Showing posts with label Mixing. Show all posts
Showing posts with label Mixing. Show all posts

20 November 2024

Apa perbedaan mixing dan mastering?

 

Mixing dan mastering adalah dua tahap berbeda dalam proses produksi musik, namun keduanya bertujuan untuk menghasilkan audio berkualitas tinggi. Berikut penjelasan detail perbedaannya:

1. Mixing

Mixing adalah proses mengolah track individu dari sebuah lagu untuk menciptakan keseimbangan sonik yang baik. Ini dilakukan setelah proses rekaman selesai dan sebelum mastering. Fokusnya adalah mengatur elemen-elemen dalam sebuah lagu agar terdengar harmonis dan profesional.

Langkah-langkah utama mixing:

  • Volume Balancing: Mengatur tingkat volume setiap instrumen dan vokal agar proporsional.
  • EQ (Equalization): Menyesuaikan frekuensi setiap elemen untuk menghindari konflik frekuensi antara instrumen.
  • Panning: Menempatkan elemen audio di spektrum stereo untuk menciptakan dimensi ruang (kiri-kanan).
  • Compression: Mengontrol dinamika suara agar lebih konsisten.
  • Effects: Menambahkan efek seperti reverb, delay, chorus, atau phaser untuk menciptakan tekstur dan suasana tertentu.
  • Automation: Membuat perubahan dinamis seperti pengaturan volume atau efek tertentu yang berubah selama lagu berlangsung.

Hasil akhir mixing: Track audio yang terdengar kohesif, di mana setiap elemen memiliki tempatnya sendiri tanpa saling bertabrakan.


2. Mastering

Mastering adalah tahap akhir dari proses produksi musik yang bertujuan untuk memastikan lagu terdengar baik di berbagai perangkat pemutaran. Ini mencakup penyempurnaan hasil mixing dan persiapan untuk distribusi.

Langkah-langkah utama mastering:

  • Final EQ: Menyesuaikan keseimbangan frekuensi keseluruhan track.
  • Compression dan Limiting: Menambah loudness tanpa mengorbankan dinamika, sambil memastikan tidak ada clipping.
  • Stereo Enhancement: Memperluas atau mempersempit ruang stereo agar sesuai dengan tujuan kreatif.
  • Normalisasi Level: Menyesuaikan volume keseluruhan lagu agar sesuai dengan standar industri (misalnya, -14 LUFS untuk platform streaming).
  • Noise Reduction: Menghapus noise atau artefak yang tersisa.
  • Format Final: Mengonversi ke format distribusi seperti WAV atau MP3 sesuai kebutuhan platform.

Hasil akhir mastering: Track audio yang siap dipublikasikan dengan kualitas tinggi dan konsistensi yang baik di berbagai media atau perangkat.


Perbedaan Utama

AspekMixingMastering
FokusMengolah elemen individu dalam sebuah laguMenyempurnakan keseluruhan lagu
ProsesMulti-track (menggunakan banyak file audio)Stereo track (menggunakan satu file stereo)
TujuanMembuat setiap elemen terdengar harmonisMembuat lagu terdengar optimal untuk rilis
Teknik UtamaVolume, EQ, panning, efekEQ, loudness, stereo enhancement
Hasil AkhirTrack campuran (pre-master)Track final siap distribusi

Mixing adalah tentang "menyusun puzzle," sedangkan mastering adalah tentang "mengkilapkan hasil akhir." Kedua proses ini sangat penting untuk memastikan musik terdengar profesional dan berkualitas tinggi di semua sistem pemutaran.

Mixing audio menggunakan headphone vs speaker monitor

 

Mixing audio menggunakan headphone dan speaker monitor memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Pilihan di antara keduanya sangat tergantung pada situasi, preferensi pribadi, dan lingkungan kerja. Berikut adalah penjelasan detail perbedaannya:


1. Perbedaan dalam Karakteristik Monitoring

Headphone

  • Keunggulan:

    • Isolasi Suara: Headphone mengisolasi suara dari lingkungan luar, memungkinkan Anda mendengar detail kecil dalam mix tanpa gangguan.
    • Fokus pada Detail: Frekuensi tinggi dan rendah lebih jelas terdengar, membantu mendeteksi noise, klik, atau masalah kecil lainnya.
    • Mobilitas: Ideal untuk situasi mobile atau lingkungan yang tidak ideal seperti ruangan tanpa akustik yang baik.
    • Biaya: Lebih terjangkau untuk mendapatkan kualitas suara yang baik dibandingkan speaker monitor.
  • Kelemahan:

    • Pencitraan Stereo Berlebih: Headphone sering memberikan efek stereo yang lebih lebar daripada realitasnya, sehingga penempatan elemen dalam ruang stereo bisa kurang akurat.
    • Keseimbangan Frekuensi: Headphone biasanya memiliki karakteristik suara yang berbeda, seperti bass yang diperkuat atau frekuensi tertentu yang diprioritaskan, membuat hasil mix kurang objektif.
    • Kelelahan Pendengaran: Penggunaan headphone dalam waktu lama dapat menyebabkan kelelahan telinga lebih cepat.

Speaker Monitor

  • Keunggulan:

    • Representasi Realistis: Speaker monitor dirancang untuk memberikan respon frekuensi yang lebih rata (flat), sehingga Anda bisa mendengar audio sebagaimana adanya.
    • Pencitraan Ruang: Dengan speaker monitor, Anda mendapatkan representasi ruang stereo yang alami, sehingga penempatan elemen mix lebih akurat.
    • Resonansi Ruangan: Memberikan gambaran tentang bagaimana mix akan terdengar di lingkungan nyata.
  • Kelemahan:

    • Dipengaruhi Akustik Ruangan: Speaker sangat bergantung pada kondisi ruangan. Jika ruangan tidak dirawat akustiknya, frekuensi tertentu (terutama bass) bisa berlebihan atau kurang terdengar.
    • Biaya: Speaker monitor berkualitas cenderung lebih mahal daripada headphone dengan kualitas serupa.
    • Gangguan Lingkungan: Tidak cocok untuk lingkungan yang bising atau ketika Anda harus menjaga kebisingan (misalnya, di malam hari).

2. Aspek Teknikal

AspekHeadphoneSpeaker Monitor
Respon FrekuensiCenderung lebih subjektif (tergantung model)Lebih flat dan akurat (dalam ruangan ideal).
Pencitraan StereoLebar, cenderung over-separated.Alami, sesuai dengan realitas pendengaran.
BassDapat terasa berlebih/kurang (headphone tertutup).Tergantung akustik ruangan, bass lebih terasa fisiknya.
Lingkungan KerjaTidak tergantung ruangan.Memerlukan ruangan dengan akustik baik.

3. Kapan Menggunakan Headphone?

  • Situasi:

    • Ketika bekerja di ruangan tanpa perlakuan akustik.
    • Saat membutuhkan mobilitas tinggi.
    • Untuk mendeteksi detail seperti noise, popping, atau artefak kecil.
    • Ketika tidak ingin mengganggu orang di sekitar.
  • Tips:

    • Gunakan headphone open-back untuk pencitraan stereo yang lebih alami dan mengurangi kelelahan telinga.
    • Selalu bandingkan hasil mix dengan speaker monitor atau headphone lain untuk referensi.

4. Kapan Menggunakan Speaker Monitor?

  • Situasi:

    • Ketika bekerja di ruangan dengan perlakuan akustik yang baik.
    • Untuk memeriksa keseimbangan keseluruhan, terutama dalam low-end (bass).
    • Saat Anda ingin memastikan mix terdengar baik di berbagai sistem (car test, home audio, dll.).
  • Tips:

    • Pastikan penempatan speaker benar: sejajar dengan telinga dalam bentuk segitiga sama sisi dengan posisi duduk Anda.
    • Gunakan monitor ukuran kecil (5–7 inci) untuk ruang kecil dan ukuran besar untuk ruangan besar.

5. Strategi Kombinasi Headphone dan Speaker Monitor

Pendekatan terbaik adalah menggunakan keduanya secara bergantian untuk mendapatkan perspektif berbeda. Berikut adalah langkah strategis:

  1. Mixing Awal di Speaker Monitor:

    • Fokus pada keseimbangan keseluruhan, panning, dan dinamika.
  2. Pemeriksaan Detail di Headphone:

    • Cari noise kecil, artefak, atau masalah pada frekuensi tinggi/rendah.
  3. Bandingkan di Beberapa Sistem:

    • Gunakan speaker tambahan atau perangkat lain untuk memastikan mix terdengar baik di berbagai situasi (car test, earphone, dll.).

Kesimpulan

  • Gunakan headphone untuk mendeteksi detail dan bekerja di lingkungan dengan akustik buruk atau dalam kondisi mobile.
  • Gunakan speaker monitor untuk mendapatkan representasi yang realistis dan mengevaluasi keseluruhan mix dalam ruang yang ideal.
  • Kombinasi keduanya adalah cara terbaik untuk mencapai hasil mix yang konsisten dan profesional.

13 October 2014

Analyzer untuk Mixing


Hari ini kita akan membahas beberapa analyzer yang umum digunakan ketika mixing. 

Kita mulai dari peak dan RMS meter. 

Sebelumnya mimin mau recap bedanya Peak vs RMS.

Peak = Puncak tertinggi dari suatu gelombang. Bisa dikatakan top speed kalau di kecepatan. 
RMS = lebih mengarah ke presepsi kerasnya suara yang kita dengar.

Peak meter: berfungsi untuk mengukur peak dari suatu sumber suara. 
Kegunaan dalam mixing: untuk mencegah clipping. 

RMS meter: berfungsi untuk mengukur seberapa keras sumber suara. 
Kegunaan dalam mixing: untuk mengukur seberapa keras sebuah lagu/audio.

Cara pakai: tinggal samakan antara tinggi/panjang bar dengan besaran dB. :D

08 October 2014

Definisi Remix?


Definisi remix antara producer sama sound engineer memang beda. 
Menurut producer remix adalah me-arrange ulang suatu karya, sedangkan menurut sound engineer remix adalah me-mixing ulang suatu karya

Clipping?


Indikator merah di meteran DAW itu tidak selama nya menandakan kalau audio anda clipping. Itu sebenarnya penanda kalau level audio itu "hot". 

Untuk masalah clipping harus didengarkan bukan dilihat. Terkadang walau sinyal masih hijau masih ada kemungkinan untuk clipping loh :D

Apa itu Buffer Size?


Pasti sebagian dari kalian pernah mengalami ditengah" produksi lagu komputer kalian makin melambat kerja nya yang mungkin dikarenakan kebanyakan plugin? Nah umumnya di DAW itu ada fitur "Buffer Size". (pernah denger kan?  )

Buffer Size adalah fitur dimana yang memungkinkan DAW untuk menyimpan pemrosesan audio sebesar X sample. Nilai X sendiri tergantung dari settingan yang teman" pilih. Buffer size seharusnya (berdasarkan teori sih) tidak mempengaruhi kualitas suara.

Cara kerjanya adalah, Semakin besar nilai nya, semakin cepat komputer memproses "pekerjaan" nya tetapi semakin besar delay yang terjadi ketika rekaman. Dan sebaliknya semakin kecil nilai nya semakin berat kerja komputer tetapi semakin kecil waktu delay nya.

Jadi ketika teman" sedang dalam proses producing atau mixing yang melibatkan banyak plugin, gunakan setingan buffer size yang besar. Ketika sedang recording gunakan setingan buffer size yang kecil.

Good day!

13 May 2014

Mixing dan Phase


Sekedar Tips.

Sebelum kalian mixing sebuah lagu coba periksa dulu phase dari tiap instrument nya. Apakah semua sinyal nya sudah positif (dimulai dari puncak berada diatas)?

Kalo masi ada yang negatif sebaiknya diubah dulu jadi positif dengan phase inverter.

Untuk drum yang direkam, coba periksa apakah tiap komponen instrumen nya sudah sejajar dengan OH apa belum. Kalau belum coba pasin dulu karena itu bisa mempengaruhi suara dari drum. Dengan posisi sinyal instrument drum sejajar dengan OH maka suara drum akan lebih "berisi".

Happy mixing!

17 March 2014

N6 Paragraphic Equalizer, VST Equalizer Gratis Dari RAZ AUDIO


RAZ AUDIO telah merilis N6 Paragraphic Equalizer, Freeware VST Equalizer dengan presisi tinggi dan zero latency. Sayangnya, N6 Paragraphic Equalizer hanya di peruntukan untuk pengguna Windows 32BIT saja.

Music production tools should serve the user, not the other way round. This is why we offer the ‘N6′ EQ for FREE, no licensing, registration or locking devices needed. The N6 offers a natural work flow – just pick an EQ band and move it around to get the desired effect. If you prefer to use knobs, they are there for you with “control+click” for returning to default and “shift+click” for fine tuning.

Anda dapat langsung mendownload N6 Paragraphic Equalizer di web nya RAZ AUDIO, Besarannya hanya 2,2MB saja, berupa file *.DLL dan hanya diperuntukan untuk pengguna Windows 32BIT.

Yang keren dari plugin equalizer ini adalah, anda akan menemukan fitur spectrum analyzer, yup.. fitur yang biasanya hanya ada di plugin berbayar ini, sudah build in didalam plugin VST N6 Paragraphic Equalizer.


Perbedaan Mixing dan Mastering?


Sering kali admin sering melihat banyak orang yang masih salah paham soal mixing dan mastering. Jadi kali ini Admin cuma mau sharing soal ini.

Apa sih bedanya mixing dan mastering?

Mixing adalah proses dimana kita menggabungkan beberapa file audio yang sudah kita rekam dan juga memproses mereka dengan plugin" tertentu sesuai dengan fungsi nya. Pada umumnya didalam nya terdapat beberapa proses seperti Balancing, Paning, FX, dan Automation.
Tujuan nya adalah agar lagu yang awal nya terdengar mentah jadi enak untuk di dengar.

Sedangkan mastering adalah proses dimana kita menyiapkan sebuah file audio yang sudah di mix ke dalam suatu media. Media itu sendiri bisa CD, DVD, iTunes, dll.
Sedikit perbedaan nya adalah di mastering ini kita agak sedikit dipaksa untuk berhitung.

Semoga bermanfaat!

15 March 2014

Pengetahuan singkat tentang Compressor


min mohon bahas juga tentang compressor beserta kegunaan threhold, ratio, attack, dan gain serta standarisasi pengoperasian compressor dalam proses mixing. terimakasih Admin

Menjawab pertanyaan/permintaan salah satu teman Distorsi di FP Facebook Distorsi, maka admin coba akan jelaskan sekilas tentang compressor.

Kegunaan: 
Untuk mengontrol sound agar lebih stabil besaran output nya (peak).

Beberapa parameter umum di compressor:
Attack time:
Menentukan lamanya waktu pengurangan besar sound yang sedang di kompres setelah sound itu mecapai/melewati titik threshold.

Release Time:
Menetukan lamanya waktu penambahan besar sound yang telah di kompres ketika sound itu ada/telah dibawah titik threshold.

Threshold:
Titik/batas yang menentukan kapan compressor akan bekerja.

Ratio:
Perbandingan banyak nya sound yang akan di kompres ketika sound mencapai titik threshold.

Knee:
Mengontrol sesadis apa si kompresor akan bekerja.

Dikarenakan tidak ada aturan baku yang mana yang harus dikerjakan lebih dahulu dalam mixing (dan juga compressor) jadi admin tidak bisa menjawab pertanyaan terakhir.

Intinya sih bikin suara yang kamu mix senatural yang kamu bisa.

Masih bingung? Sudah pernah dibahas juga kok panjang lebar, coba check ke label Compressor

12 March 2014

Panning


Pada awal era stereo berkembang, format paning lagu pada saat itu tidaklah seperti yang umumnya kita dengar sekarang (drum di tengah, gitar kiri kanan, dll). Pada saat itu para engineer cendrung memposisikan instrument mereka antara kanan dan kiri.

Contohnya lagu Space Oddity dari David Bowie

Ada yang berminat untuk ekseperimen seperti lagu Space Oddity?

)

09 October 2012

Beberapa VST Amp Sim gratisan untuk guitar anda

Mesa Boogie / Triple Rectifier Solo Head
Yuk, sekarang kita bahas VST Amp Sim gratisan yang tersebar di internet. Dan yang pasti nya legal alias gratisan. Gk kalah keren kok sama yang berbayar. Sebelumnya maap kalo tata penulisannya agak kaku, udah lama gk nulis soalnya hehe :D.

Sebelumnya, kita harus tau dahulu gimana routing nya yah... Kita disini bahas yang direct langsung ke audio interface / soundcard aja yah... Jadi dari Guitar - Masuk ke Instrument in / Hi-Z pada audio interface.. Simple banget! :D


Udah tau kan Guitarnya mau dicolok kemana? Oke lanjut.. Saat anda menggunakan routing diatas, sudah pasti suara gitar anda terdengar clean. Nah makanya kita butuh memproses gitar clean tersebut agar terdengar memakai fx, head amp, hingga cabinet hanya menggunakan software / VST freeware.

Bunyi gitar hingga akhirnya terdengar dalam lagu-lagu yang ada punya beberapa proses yang mungkin agak panjang kalau ditulis satu persatu hingga jadi seperti yang terdengar, intinya dasarnya adalah Guitar - FX Pedal / Rack - Head Amp / Amp - Cabinet (yang ditodong dengan microphone).

FX - Amp - Cab (Real Record)

Nah dari situ kita tau, paling tidak kita butuh Head Amp / Amp  dan Cabinet nya, jadi gk bisa pake salah satu aja, Kecuali kalo combo loh yah kaya gambar dibawa ini hehe
Combo Amp


Nah tapi dari pada melebar kemana-mana, Disini kita bahas Head Amp (Amp Simulator) aja dulu yah :D


LePou
Yuk ah gk usah banyak muter-muter, Pertama kita coba lihat-lihat plugins-plugins dari LePou. Ini beberapa produsen plugins gratisan favorite saya. Satu kata, SEMPURNA :p mumpung masih gratisan langsung ke web nya, terus di download-in aja dulu -> http://lepouplugins.blogspot.com/
  • SoloC = Soldano SLO
  • Lextac = Bogner Ecstasy
  • Lecto = Mesa Rectifier
  • Hybrit = Marshall 
  • Le456 = Engl
  • Legion = Original design
Ini beberapa sample yang bisa ditemuin di youtube.. Kalo masih penasaran, langsung aja ke youtube buat search sendiri ;)

SoloC


Lecto


Le456


Legion




TSE
Yang Kedua kita punya plugins dari TSE : http://www.theserinaexperiment.net/
  • X50 = Peavey 5150 
  • X30 = Engl e530 
  • BOD = Sansamp
  • Gk hanya Amp Sim aja, mereka juga punya Tubescreamer yang mantab..
Penasaran sama sample nya? yuk maree

X50


X30




nick crow lab

https://sites.google.com/site/nickcrowlab/ 
Suaranya gimana? yuk langsung dengerin :D





acme bar gig

http://www.acmebargig.com/
Download di : http://www.acmebargig.com/product/shred/


Skip ke 2:50 untuk dengerin demonya


ignite amps
http://www.guitarampmodeling.com/viewforum.php?f=96&sid=c7449c47d8cfbcade21eecba0066ace7





auraplug
http://www.auraplug.com/site/ 



NDzeit
NDzeit Dirthead
http://www.ndzeit.org/guitar/dirthead_0.61.zip 



Ada yang lainnya? yuk share apa yang kamu pakai :D

03 August 2012

Mengetahui apa itu limiter beserta fungsinya

Seperti halnya efek Compressor, efek Limiter juga bekerja memproses sinyal audio dan berfungsi mengurangi rentang dinamis audio signal. Compressor dan Limiter juga memiliki interface dan knob-knob yang serupa, seperti Treshold, Ratio, Input, Output, Gain, Attack dan Release.

Limiter juga masih termasuk dalam kategori Compressor, Definisi sederhana dari compressor dan limiter menurut Fry adalah: Basically what these do is keep an eye (or should that be ear?) on signal levels, stopping them from getting any louder than the level you set (the Threshold). A compressor puts a gentle ?squeeze? on excess level, whereas a limiter hits it on the head with a hammer.

Fungsi limiter seperti namanya, yaitu me-limit/membatasi signal audio, biasanya digunakan untuk membuat output yang konstan, sinyal input akan dibatasi dengan threshold dan output akan dibesarkan sesuai kebutuhan. Compressor juga dapat bertindak sebagai Limiter ketika rasio kompresi kompresor melebihi 10:1.


Merujuk kepada diagram diatas, sinyal yang melebihi threshold dikurangi hingga ke tingkat threshold sehingga sinyal tidak pernah melewati limit. Alat ini terkadang digunakan untuk melindungi peralatan dari sinyal tajam yang bersifat merusak. Namun, solusi ini mengakibatkan distorsi berat karena kerja limiter berlaku seperti penjenuhan.

Seperti pada artikel Tentang Compressor dan Fungsinya, berikut fungsi parameter-parameter yang ada pada Limiter:

Threshold
Ambang batas compressor mulai berkerja atau aktif. Contoh: jika compressor disetting thresholdnya pada angka 0 artinya si compressor akan aktif atau belertja disaat sinyal menyentuh angka 0dB, tapi jika sinyal tidak menyentuh angka 0 berartis si compressor belum bekerja.

Ratio
Mengkuantifikasi reduksi pada amplitudo sinyal diatas ambang batas, atau perbandingan sinyal in dan out.
  • 1:1 tidak ada kompresi, sinyal output sama dengan input
  • 2:1 sinyal diatas ambang batas dikurangi setengah. Jika sinyal melebihi batas sebesar 10 dB, nilainya tereduksi menjadi 5 dB.
  • Nilai lain termasuk 3:1, 4:1, dst. Untuk nilai rasio lebih tinggi dari 10:1, kompresor bertindak seperti limiter.

Attack time
Waktu yang dibutuhkan sebelum sinyal tercompress. Attack time ini diukur menggunakan milisecond (ms). Contoh: jika attack time disetting pada angka 0ms berarti compressor akan langsung bekerja, karena tidak ada tenggang waktu sebelum sinyal tercompres, maka soundnya akan terdengar tumpul. Sebaiknya setting attack time lebih lambat agar sinyal tetap memiliki attack yang bagus atau nendang.

Release Time
Waktu yang dibutuhkan compressor untuk kembali ke keadaan tidak kompresi, tujuannya adalah memperhalus aksi compressor. Hitungan release sama seperti attack, yaitu meggunakan ms (milisecond). pengaturan release time yang salah kadang membuat audio menjadi pumping.

Hold Time
Setelah amplitudo sinyal input kembali ke bawah ambang batas, kompresor mereduksi aksinya selama waktu release hingga mencapai rasio kompresi 1:1. Waktu hold memungkinkan waktu release ditunda setelah sinyal kembali ke bawah ambang batas, sehingga kompresor tetap aktif untuk waktu yang lebih lama.

Output
Output bisa dikatakan sebagai gain. Anda dapat menggunakan output dari compressor untuk meningkatkan level volume.

Artikel ini disalin dari :
rumahrekam.com

Dengan referensi dari :
kursusaudio.wordpress.com

22 May 2012

Memilih Masterbuss Compressor Untuk Musik Anda

Gambar 1. Berbagai jenis masterbuss comp
Masterbuss compressor merupakan salah satu fenomena yang unik dan menarik di dunia mixing audio. Kenapa saya sebut menarik? Karena hal ini sangat sering dilakukan oleh para mixing engineer tetapi namun kurang disukai oleh para mastering engineer, apalagi bila  setting compressor di set infinite a’la limiter dan menyisakan sangat sedikit headroom untuk mastering engineer. Dipastikan mastering engineer anda akan mencak-mencak :p.

Hasil mix yang melewati masterbuss comp akan lebih terasa excitement nya, lebih terasa groove nya, dan lebih punch nya. Tentu hal ini juga bergantung pada materi lagu, pemilihan jenis compressor, cara pemakaian dan setting compressor itu sendiri.

Hasil mix yang melewati masterbuss comp akan lebih terasa excitement nya, lebih terasa groove nya, dan lebih punch nya. Tentu hal ini juga bergantung pada materi lagu, pemilihan jenis compressor, cara pemakaian dan setting compressor itu sendiri.
 


Cara pemakaian masterbuss compressor ada 3 yang umum,
  1. Mixing melewati Masterbuss compressor. Masterbuss compressor diaktifkan sejak awal dan kita mixing thru masterbuss comp itu sendiri. Keunggulan teknik ini adalah karakter yang lebih terdengar dan attitude yang lebih pas. Perlu diperhatikan disini bahwa pemilihan compressor yang lazim dan berbeda-beda sesuai genre musik itu sendiri sangat penting. Anda tentu tidak mau mix metal anda terdengar kempes di frekuensi lo mid!
  2. Masterbuss compressor di akhir. Hasilnya biasanya lebih transparan dan lebih fokus terhadap kontrol dinamik hasil mix. Yang perlu diperhatikan adalah ketika kita memasang masterbuss comp, maka seluruh track akan melewati compressor dan bisa saja merubah balance yang ada
  3. Tanpa masterbuss compressor sama sekali. 

Gambar 2. Manley Vari-mu. Compressor wajib untuk genre pop
Pemilihan jenis dan setting masterbuss compressor pun berbeda-beda tiap genre. Lazimnya jenis compressor yang dipilih adalah jenis VCA atau optic. Tidak selalu seperti ini namun biasanya saya mulai dari sini untuk selanjutnya tweaking lebih dalam sesuai lagu
  • Untuk jenis musik Funk, biasanya yang ingin ditonjolkan adalah bass dan drum. Maka perlu setting attack yang slow, release yang fast dan ratio yang moderate untuk mengekspose groove dari musik tersebut. Bisa dimulai dari Attack 30ms, release 0.1 – 1ms tergantung tempo dengan ratio 2:1. Jaga Gain reduction sekitar 2-3 db
  • Untuk jenis musik Rock, biasanya ingin ditonjolkan adalah glue dan wide. Maka pilihlah  compressor yang tidak menyempitkan lapang stereo anda. A 30-10ms R0.1-1ms atau auto release. Fitur sidechain sendiri sangat berguna untuk mengeluarkan frekuensi sub agar kick yang menderu tidak menganggu balance keseluruhan track. Jaga gain reduction tidak lebih dari 3 db
  • Untuk jenis musik Dance, yang ingin dicapai biasanya gain maksimal dan punch. Pilih compressor dengan karakter transparan dan punch. A 30ms R0.1ms dengan gain reduction sampai 5 db. Fitur parallel compression akan sangat berguna dalam menjaga agar compression bisa maksimal dengan less artifact
  • Untuk pop biasanya ingin dicapai adalah glue dan enhance. Pilih biasanya jenis compressor tube dengan karakter smooth. A 30-10ms R 1-2 ms atau auto release. Gain Reduction 1-2db


Pemakaian Masterbuss compressor sendiri jangan diandalkan untuk mendapatkan balance, karakter ,dan glue. Balance dan glue harus dimulai sejak compression setiap channel dilakukan, masterbuss comp hanya sebagai topping agar dinamika dan karakter lagu “keluar” dengan sempurna.

Oleh : Dya Pratama Andryan



07 April 2012

Understanding Compressor (Part 2) - Bagaimana Menyetting Compressor

Belajar bagaimana menyetting compressor dengan benar tentu bukan hal yang mudah karena efek yang dihasilkan compressor tidak terlalu audible seperti misalnya equalizer, reverb, delay, dan tools pemanipulasi suara lainnya. Salah satu pendekatan menyetting compressor yang cukup ampuh untuk memahami bagaimana compressor bekerja dan bagaimana output yang dihasilkan adalah menyetting compressor secara ekstrim sehingga kita dengan jelas mendengar apa yang kita




Langkah Pertama
Set release secepat mungkin, ratio setinggi mungkin, dan thresold hingga sinyal terasa sangat terkompres. Setelah kita mendapatkan tiga knob tersebut pada posisi yang sangat ekstrim, sekarang saatnya mengatur knob attack ke posisi yang diinginkan. Dengan setting yang ekstrim akan mempermudah kita untuk mengetahui perubahan suara yang terjadi ketika kita mengatur attack.

Selanjutnya sweep attack dari sangat cepat ke sangat lambat sambil mendengar dengan cermat perubahan suara yang terjadi. Attack yang cepat akan memotong transien sehingga suara terdengar tumpul dan attack yang lambat akan meloloskan transien. Bagaimana kamu akan menyetting attack akan sangat tergantung pada situasi dan sound yang ingin kamu dapatkan.

Yang menjadi poin penting adalah lupakan presets. Dengan banyak mendengar kamu akan semakin mendapatkan “feel” untuk mendapatkan sound yang diinginkan dengan cepat. Namun preset juga dapat menjadi starting point yang memberi kita masukan bagaimana kita menyetting compressor pada situasi tertentu, hanya saja jangan terlalu tergantung pada presets sehingga melupakan esensi penting dari mixing itu sendiri.

Poin penting lainnya adalah dengan setting yang ekstrim pada tiga knob tersebut, sound yang terdengar akan sangat parah, kamu harus mengabaikan hal itu. Setting yang ekstrim dimaksudkan agar kamu fokus pada efek dari perubahan attack time.


Langkah kedua
Setelah attack time berada pada posisi yang diinginkan, saatnya melangkah ke setting release. Sama seperti menyetting attack, dengarkan perubahan suara yang terjadi dengan cermat, lupakan perhitungan matematika (seperti mengenai berapa “seharusnya” release time sesuai dengan BPM dengan rumus tertentu or whatever) dan rasakan feel/groove nya.


Langkah ketiga
Setelah mendapatkan attack dan release, sekarang saatnya menurunkan ratio ke posisi yang kamu inginkan. Salah satu pendekatan yang bisa dilakukan adalah turunkan ratio hingga kamu tidak lagi mendengar efek dari attack dan release kemudian naikan lagi sedikit hingga sound yang dihasilkan terdengar pas. Kuncinya tetap sama, dengarkan dengan cermat.


Langkah keempat
Setelah mendapatkan attack, release, dan ratio, persiapkan dirimu pada langkah terakhir yaitu thresold. Jika kamu mengikuti tutorial ini dari awal dengan baik, kemungkinan compressormu sedang bekerja setiap saat denga keras karena gain reduction yang tinggi sehingga kamu dapat mendengar dengan jelas perubahan suara yang terjadi karena setting tiga knob pertama tapi mungkin hal ini bukanlah yang kamu inginkan

Naikan thresold perlahan atau turunkan thresold perlahan sehingga sound yang dihasilkan terdengar pas, tidak over compressed tapi tidak juga kurang terkompres (depends on your wants and tastes).


Penutup
Saya berharap proses kecil ini dapat membantu “membuka” telinga kamu sehingga kamu dapat mendengar perubahan suara yang terjadi pada tiap knob dalam compressor denga jelas sehingga kamu mempunyai pegangan dalam memutuskan bagaimana kamu harus menyetting compressor untuk mendapatkan sound yang kamu inginkan. Mixing itu tentang bagaimana mendengarkan dengan cermat dan menurut saya proses ini dapat membantu mempermudah untuk mendengar dengan cermat efek yang dihasilkan dari proses compression.

06 April 2012

Understanding Compressor (part 1) - Memahami kontrol dan fitur di Compressor

Dalam istilah audio, compressor adalah tool yang biasa digunakan untuk memperkecil dynamic range (jangkauan dinamika) dari sebuah sinyal audio. Misalnya dalam sebuah komposisi musik yang sedang kita mixing, vokal yang kita miliki sangat berdinamika, kadang pengucapan lirik terlalu pelan dan kadang pengucapan lirik terlalu kencang. Untuk memperkecil dinamika sehingga level vokal lebih stabil, kita dapat menggunakan compressor. Selain menggunakan compressor, beberapa sound engineer lebih memilih menggunakan fader secara manual, teknik ini biasa disebut level automation. Namun beberapa sound engineer memilih menggunakan compressor karena kepraktisannya untuk memperkecil dynamic range tanpa harus mengubah fader secara manual dari tiap part ke part yang lain dalam sebuah lagu. Beberapa sound engineer yang lain bahkan menggunakan compressor dan fader secara bersamaan untuk mendapatkan kontrol yang lebih maksimum.



Beberapa elemen dasar pada compressor antara lain:

Ratio
Ratio menyatakan perbandingan dB antara sinyal yang masuk compressor dan sinyal yang keluar compressor. Ratio 4:1 berarti setiap sinyal yang masuk compressor sebesar 4 dB akan direduksi sehingga sinyal yang keluar compressor tinggal sebesar 1 dB. Ratio pada compressor dapat bervariasi dari 1:1 hingga tak hingga:1. Semakin tinggi ratio berarti semakin banyak sinyal masuk compressor yang tereduksi dan dynamic range semakin kecil sehingga sinyal audio menjadi semakin stabil.

Thresold
Thresold menyatakan dB dimana compressor mulai memproses sinyal audio yang masuk. Misalnya kita menyetting Thresold pada 0dB, maka compressor baru mulai memproses sinyal audio ketika sinyal audio menyentuh 0dB. Jika sinyal audio belum menyentuh 0dB maka compressor belum bekerja. Semakin rendah thresold maka semakin cepat compressor mulai bekerja.

Gain Reduction
Gain Reduction atau disebut juga attenuation menyatakan banyaknya dB sinyal yang telah terkompres, semakin tinggi gain reduction maka semakin banyak sinyal yang terkompres. Gain reduction yang terlalu banyak akan meyebabkan sinyal menjadi over compressed dan terdengar seperti tergencet.

Attack
Attack menyatakan waktu yang dibutuhkan compressor (biasanya dalam satuan ms) untuk memproses sebuah sinyal audio. Jika kita menyetting attack time sebesar 0 ms maka tidak ada attack sama sekali karena sinyal yang masuk langsung diproses oleh compressor dan menyebabkan sound akan terdengar sangat tumpul. Jika sound terdengar tumpul setelah melalui compressor, mungkin attack time nya terlalu cepat, cobalah untuk memperlambat attack time

Release
Release menyatakan waktu dalam satuan ms yang dibutuhkan compressor (biasanya dalam satuan ms) untuk mengkompres sebelum melepaskan efek compressor untuk kemudian mengkompres kembali. Release time yang terlalu cepat akan menimbulkan efek pumping (pompa), release time yang terlalu lambat akan menyebabkan compressor tidak bekerja dengan maksimal karena sinyal akan kembali terkompres sebelum dilepas. Kombinasi antara attack dan release time sangatlah penting untuk menghasilkan karakter dinamika seperti yang diinginkan.

Gain
Gain disebut juga output, digunakan untuk mengkompensasikan gain yang tereduksi oleh proses kompresi. Misalnya kita mengkompres vokal dengan gain reduction sebesar 4 dB. Maka sinyal audio yang dihasilkan akan terdengar lebih lemah 4 dB dibanding sinyal audio sebelum dikompres. Untuk mengembalikan gainnya seperti sediakala, maka kita menaikan gain atau output sebesar 4 dB.

Bagaimana Menyetting Compressor?
Setelah mengetahui gambaran umum tentang fungsi masing-masing knob yang ada pada compressor, maka tahap selanjutnya adalah mencoba mempraktekkan teori yang telah didapat ke dalam aplikasi nyata. Namun dengan banyaknya knob yang ada, kadang membuat kita bingung darimana kita harus mulai menyetting compressor dan bagaimana.

Nantikan Understanding Compressor part 2 dimana saya akan mencoba mengupas satu teknik yang hopefully dapat membantu mempercepat learning curve kamu dalam memahami compressor

05 April 2012

Belajar Mixing, Darimana Saya Harus Mulai?

“Gan, ajarin ane mixing dong, masih newbie nih”, “Misi para suhu, newbie minta tolong ajarin gimana cara mixing yang baik dan benar”. Mungkin dua contoh kalimat tersebut tidak asing kita lihat di beberapa di beberapa forum seperti kaskus (utamanya di help, tips, and tutorial), di distorsi, musiktek, dan beberapa forum audio. Bahkan mungkin banyak diantara kita yang mempunyai minat untuk belajar mixing bertanya-tanya bagaimana dan darimana harus memulai. Perkembangan teknologi informasi di era globalisasi seperti sekarang ini sudah sangat pesat, apa-apa serba mudah, termasuk belajar mixing.



Pada artikel ini, saya mencoba merangkum beberapa cara belajar mixing:

1. Membaca Buku / e-book
Bagi kamu yang benar-benar akan belajar mixing dari 0, opsi ini mungkin menjadi opsi yang paling tepat karena dalam buku biasanya diterangkan secara sistematis mulai dari apa saja yang dibutuhkan untuk mixing mulai dari software, hardware, dan basic skill penunjang yang harus dikuasai hingga keilmuan mixing itu sendiri mulai dari teori-teori dasar soal level, panning, equalizer, compressor, reverb, delay, dan sebagainya. Sebagai catatan untuk kamu yang baru dalam dunia mixing, pastikan bahwa buku yang kamu beli adalah buku yang ditunjukkan untuk beginner yang mudah dipahami oleh orang awam sekalipun seperti Mixing for Dummies dan The Mixing Engineer’s Handbook karangan Bobby Owsinski.


2. Nonton Video Lesson
Bagi kamu yang kurang suka membaca, cara ini bisa menjadi pilihan alternatif. Beberapa video lesson yang bisa kamu coba cek antara lain Mixing With the Pros: James Tuttle, Steinberg Internal Mixing, Digital Mixing Revolution, Production Mixing Mastering with Waves, dan lain-lain. Jika kamu tidak mempunyai cukup bandwith untuk mengunduh atau cukup uang untuk membeli DVDnya, youtube memiliki beberapa video tutorial yang cukup menarik untuk disimak. Namun yang menjadi kelemahannya adalah kasus yang ada di video dan kasus yang kita alami tidak sama persis sehingga bisa menimbulkan kesalahpahaman bagi para pemula jika menelan mentah-mentah dan menganalisa lebih lanjut step yang ditunjukkan pada video lesson.


3. Diskusi di Forum Online
Jika pada cara pertama dan kedua komunikasi dilakukan secara satu arah, dalam diskusi di forum online kamu dapat berinteraksi dengan member lain untuk saling berbagi. Namun hal tersebut mungkin akan menyulitkan pemula karena topik yang dibahas random tapi tidak ada salahnya seorang pemula mencoba berinteraksi dengan para mixer yang lain di sebuah forum untuk sharing tentang pengalaman dan tips serta trik.


4. Kursus
Bisa dibilang kursus adalah kompromi dari cara 1, 2, dan 3 dimana peserta kursus diajari secara langsung oleh pengajar yang berpengalaman di bidangnya. Beberapa lembaga yang menyediakan kursus mixing antara lain musiktek dan dolphin. Namun harga kursus yang ditetapkan biasanya relatif mahal.


5. Magang di Studio Recording
Sebagai kompromi atas tingginya biaya yang harus dikeluarkan untuk mengikuti kursus, magang di studio recording bisa menjadi opsi alternatif. Jika ada studio recording di dekat rumah atau kosanmu, jangan sungkan untuk bertanya dan “mendekatkan diri”. Bukan tidak mungkin kamu mendapat kesempatan untuk ikut terlibat dalam proses bisnis (utamanya yang berhubungan dengan recording dan mixing) sehingga kita mendapat banyak pelajaran melalui praktek nyata.


6. Sering-seringlah Mixing
Practice Makes Perfect, tiga kata yang sering kita ucapkan dan dengar tapi terkadang hanya sekedar keluar dari mulut dan masuk ke telinga tapi tidak terserap ke hati. Dengan sering berlatih mixing, kita akan semakin tau dengan permasalah-permasalah yang dihadapi dalam proses mixing dan bagaimana mengatasinya. Dengan sering mixing, kita juga melatih telinga untuk lebih peka terhadap hal teknis pada bunyi selain terhadap sisi seninya.

Setidaknya itulah beberapa cara yang dapat kamu jadikan referensi darimana kamus harus mulai belajar mixing tapi jangan jadikan 6 cara yang telah saya paparkan sebagai pembatas caramu belajar. Dalam kehidupan, setiap kejadian baik dan buruk adalah pelajaran, setiap orang yang berhubungan dengan kita adalah guru, setiap tempat yang kita pijak adalah bumi adalah kelas, maka tidak ada alasan bagimu untuk berhenti belajar!

Tutorial mendapatkan Fat Drum Sound dengan Parallel Compression

Parallel Compression, yang juga dikenal sebagai New York Compression yang namanya diambil dari tempat asal teknik kompresi tersebut dipopulerkan, adalah teknik memproses dua track yang sama persis dengan kompresi yang berbeda untuk mendapatkan sound dengan karakteristik kompresi tertentu. Parallel compression memungkin kita untuk mendapatkan benefit dari cara kompresi tertentu tanpa menimbulkan over compression.

Compressor mengangkat level yang lemah atau mereduksi level yang terlalu kuat sehingga dinamika suatu sinyal audio menjadi stabil. Proses ini cenderung memberikan kesan gemuk (fat) pada bunyi, which can add a lot of character. Tapi efek fat yang kita inginkan baru terasa dengan heavy compression, dimana over compression membunuh dinamika dari performansi player. Parallel compression seringkali menjadi teknik kompresi yang lazim digunakan untuk mengkompromikan hal tersebut.

Abstraksi parallel compression yang telah sedikit saya jelaskan mungkin masih belum memberikan gambaran secara jelas bagaimana parallel compression bekerja, bagaimana melakukannya, dan bagaimana hasilnya. Agar pembahasan kita jelas dan terarah, maka saya fokuskan ruang lingkup pembahasan kita kali ini pada parallel compressionn pada drums.

Adakalanya kita sudah mendapatkan sound drum yang cukup mumpuni but we still want to fatten it up a bit and make it punchier a bit, namun bagaimana pun kita melakukan EQ-ing dan compressing baik pada individual track maupun drumbuss tidak menghasilkan sound yang kita inginkan. Wonder how to solve it?

  1. Buat satu Group Channel dan routing-kan semua elemen drum (kick, snare, toms, overhead, dll) ke group channel tersebut. Untuk mempermudah, kita namakan group channel tersebut dengan drum buss atau group drum atau sesuka kamu. Sebagai audio sample, saya mempunyai drumbuss seperti berikut:


    link : http://soundcloud.com/distorsi/tutorial-mendapatkan-fat-drum

  2. Buat satu Group Channel lagi dan send Drumbuss yang sudah dibuat ke group channel tersebut. Untuk mempermudah, kita namakan group channel tersebut dengan paracomp atau parallel compressor atau sesuka pacar anda.

  3. Insert compressor dengan setting gila-gilan pada Paracomp. Ratio minimal 4:1, a lottagain reduction, attack dan release secepat mungkin hingga suaranya sangat dull dan breathing, pelan-pelan perlambat attack dan release hingga dull dan breathing nya hilang. Di bawah ini adalah setting yang saya gunakan pada audio sample, but don’t copy my setting exactly! Jadikan guideline pada artikel ini agar kamu bisa menggali lebih jauh. 



    Sehingga kita mendapatkan sound seperti berikut


    link : http://soundcloud.com/distorsi/tutorial-mendapatkan-fat

    Now you’re hearing that fat, punchy, and powerful drum tones, but it’s heavily overcompressed!

  4. Drop Fader Paracomp mentok kebawah hingga tidak ada suara dari group channel tersebut. Play lagunya sehingga kamu hanya mendengar drumbuss, pelan-pelan naikan fader paracomp hingga drum terasa sedikit “menggemuk” but don’t overdo it. Perpaduan level antara drumbuss dan paracomp sangatlah krusial. Level paracomp terlalu lemah dan kamu tidak mendapat impact dari parallel compression dengan maksimal, level paracomp terlalu keras and you’re squeezing the drums too much. Pada audio sample yang saya buat, Drumbuss + paracomp menghasilkan bunyi seperti berikut ini


    link : http://soundcloud.com/distorsi/tutorial-mendapatkan-fat-1

Sekian pertunjukkan kecil pada artikel ini! By the way, tidak hanya satu cara untuk melakukan parallel compression pada drums seperti yang telah saya tunjukkan pada artikel ini. Sebagai contoh, ada yang hanya me-routing kick, snare, dan toms ke group channel yang dikompres gila-gilaan, ada yang menggunakan 2 atau lebih group channel paracomp, ada yang mem-boost 100 Hz dan 10kHz pada Paracomp untuk memperjelas definisi kick dan snare, dan banyak ide kreatif lainnya. Jangan sampai artikel singkat ini menghalangi kretivitasmu!

03 April 2012

Mendapatkan sound Gitar ala Mesa dengan Tanpa Mengeluarkan Biaya Sepeserpun

Bagi seorang mixing engineer, tentunya tidak asing dengan balancing, panning, Eqing, compressing, delay, reverb, chorus, automation, sidechaining, dan berbagai tetek bengek proses manipulasi audio dan editing lainnya. Tapi terkadang kita dituntut untuk lebih dari sekedar mixing, misalnya mengedit vokal agar sesuai dengan tempo, edit pitch vokal dengan autotune atau melodyne, quantizing drum agar sesuai dengan tempo, menghilangkan noise, reamping gitar, dan lain-lain

Pada pembahasan kali ini, saya akan fokus pada reamping gitar. Maksud dari reamping yaitu hasil rekaman yang sudah dilakukan sebelumnya, di routing / di salurkan ke hardware audio processor lalu di rekam ulang ke dalam track baru untuk mendapatkan kualitas suara yang lebih bagus! Misalkan kita ingin merekam gitar dengan set up stompbox, head, dan cabinet tertentu yang direkam dengan mic tertentu untuk mendapatkan hasil yang diinginkan tapi kita tidak memiliki fasilitas tersebut. Maka kita dapat merekam gitar langsung melalui DI Box untuk mendapatkan karakter asli gitarnya saja. Selanjutnya data tersebut kita bawa ke studio lain yang mempunyai fasilitas yang dibutuhkan untuk dirouting ke amplifier yang diinginkan dan ditodong dengan microphone di ruang studio yang didesain khusus untuk recording dan direkam ke track baru. Hasilnya adalah bunyi gitar yang telah direkam secara profesional. Walaupun pengertian reamping yang sebenarnya menggunakan hardware processor namun beberapa orang juga menyebut proses routing gitar DI melalui simulasi amplifier dengan software sebagai reamping.

Reamping dengan amp sim bisa digunakan dengan berbagai VST seperti Guitar Rig, Amplitube, Peavey Revalver, Overloud TH2, dan lain-lain. Ampsim mensimulasikan berbagai guitar audio processor seperti head, stombox, cabinet, mic, dan lain-lain dalam bentuk software. To be more specific, saya akan mencoba sharing tentang bagaimana mendapatkan sound gitar ala mesa tanpa mengeluarkan biaya sepeser pun menggunakan free plugins dan free impulse. So, here it how it goes!

Pastikan gitar anda cukup mumpuni untuk nge-rock! dengan senar yang sangat disarankan masih baru. Route gitar anda ke DI Box dan route DI Box ke audio interface atau jika anda tidak memiliki DI Box, bisa langsung colok ke Hi-Z In yang terdapat pada audio interface. Pastikan sinyal yang didapat tidak terlalu besar hingga clipping namun tidak juga terlalu kecil.

Berikut ini audio gitar DI yang kita gunakan sebagai sample


link : http://soundcloud.com/distorsi/mesa-sound-tutorial-guitar-di

Suara gitar terdengar polos karena gitar DI belum melalui proses apapun. Selanjutnya saya menggunakan TSE 808 yang merupakan simulasi dari Ibanez TS 808 untuk memberikan sedikit distorsi sebelum masuk ke head dan cabinet sehingga gain yang didapat pada akhirnya lebih optimal.


link : http://soundcloud.com/distorsi/messa-sound-tutorial-tse-808

Sebagai simulasi head, saya menggunakan Poulin Lecto dengan setting seperti gambar di bawah. Setting yang saya lakukan tidak mutlak, tergantung dari bunyi gitar DI dan sound seperti apa yang anda inginkan.


link : http://soundcloud.com/distorsi/messa-sound-tutorial-tse-808-1

Now it sounds brutal, tapi sangat harsh, jangan khawatir karena proses yang kita lakukan belum selesai. Selanjutnya saya menggunakan Poulin LeCab sebagai IR loader sebagai simulasi cabinet. Selain IR Loader, kita juga membutuhkan IR (impulse response) itu sendiri, dimana pada sample ini saya mengkombinasikan dua impulse response yaitu orange 2 mics dan asem recto


link : http://soundcloud.com/distorsi/messa-sound-tse-808-lecto-cab

Maka routingnya adalah: TSE 808 > Poulin Lecto > Poulin

klik gambar untuk memperbesar

Sekarang mari kita coba dengarkan sound gitar dengan backing track drum dan bass untuk mendapat gambaran sound gitar yang baru saja kita dapatkan dalam konteks lagu yang utuh.


link : http://soundcloud.com/distorsi/messa-sound-tutorial-with

Siapa bilang butuh uang banyak untuk mendapatkan sound gitar ala mesa? Bukanlah alat yang membuat sesuatu menjadi berguna tapi bagaimana sumber daya manusia yang menggunakan alat tersebut.

Extra:
  1. Lecto dan LeCab: http://lepouplugins.blogspot.com/
  2. Impulse: http://www.4shared.com/get/uMeQ9iad/orange_2_mics.html
    http://forum.fractalaudio.com/user-cabs-irs/47866-anyone-have-asem-recto-v30-l2-2.html
  3. TSE 808: http://www.theserinaexperiment.net/plugins/TSE_808v1.0.zip

Notes: selain menggunakan orange_2_mics dan asem recto, anda bisa menggunakan impulse lain seperti guitarhackimpulse, sperimental, brohymn mesa impulse, burny mesa OS 6505 HR, dan berbagai impulse lainnya (terutama impulse mesa) secara gratis yang banyak tersebar di ultimatemetal.com dan guitarampmodeling.com
 
Copyright 2010 HOME RECORDING TUTORIAL. All rights reserved.
Sewa Kamera Jakarta