Showing posts with label Recording. Show all posts
Showing posts with label Recording. Show all posts
08 October 2014
Clipping?
Indikator merah di meteran DAW itu tidak selama nya menandakan kalau audio anda clipping. Itu sebenarnya penanda kalau level audio itu "hot".
Untuk masalah clipping harus didengarkan bukan dilihat. Terkadang walau sinyal masih hijau masih ada kemungkinan untuk clipping loh :D
Apa itu Buffer Size?
Pasti sebagian dari kalian pernah mengalami ditengah" produksi lagu komputer kalian makin melambat kerja nya yang mungkin dikarenakan kebanyakan plugin? Nah umumnya di DAW itu ada fitur "Buffer Size". (pernah denger kan? )
Buffer Size adalah fitur dimana yang memungkinkan DAW untuk menyimpan pemrosesan audio sebesar X sample. Nilai X sendiri tergantung dari settingan yang teman" pilih. Buffer size seharusnya (berdasarkan teori sih) tidak mempengaruhi kualitas suara.
Cara kerjanya adalah, Semakin besar nilai nya, semakin cepat komputer memproses "pekerjaan" nya tetapi semakin besar delay yang terjadi ketika rekaman. Dan sebaliknya semakin kecil nilai nya semakin berat kerja komputer tetapi semakin kecil waktu delay nya.
Jadi ketika teman" sedang dalam proses producing atau mixing yang melibatkan banyak plugin, gunakan setingan buffer size yang besar. Ketika sedang recording gunakan setingan buffer size yang kecil.
Good day!
25 April 2014
Clipping / Peak
Apa itu clipping / peak sudah tentu akan berkaitan dengan Headroom, bagi yang belum tau, silahkan baca-baca referensinya di APA ITU HEADROOM
Nah tau gk, Tidak selamanya clipping / peak itu jelek lho.
Justru terkadang beberapa engineer ada yang pengen lagunya ter-saturasi oleh alat analog yang tujuan nya adalah untuk mendapatkan rasa "unik" kayak di lagu-lagu jadul. Kata engineer old school itu "Record as hot as possible".
Tapi perlu di ingat, ini hanya berlaku untuk perangkat analog.
Bagaimana dengan digital? Sinyal yang peak akan terpotong dan berubah menjadi square wave dan hasilnya adalah distort yang ga enak.
So kalo di digital, JANGAN.. sekali lagi JANGAN SAMPAI PEAK / CLIPPING, kecuali emang mau nya begitu :p
Nah tau gk, Tidak selamanya clipping / peak itu jelek lho.
Justru terkadang beberapa engineer ada yang pengen lagunya ter-saturasi oleh alat analog yang tujuan nya adalah untuk mendapatkan rasa "unik" kayak di lagu-lagu jadul. Kata engineer old school itu "Record as hot as possible".
Tapi perlu di ingat, ini hanya berlaku untuk perangkat analog.
Bagaimana dengan digital? Sinyal yang peak akan terpotong dan berubah menjadi square wave dan hasilnya adalah distort yang ga enak.
So kalo di digital, JANGAN.. sekali lagi JANGAN SAMPAI PEAK / CLIPPING, kecuali emang mau nya begitu :p
09 October 2012
Beberapa VST Amp Sim gratisan untuk guitar anda
![]() |
| Mesa Boogie / Triple Rectifier Solo Head |
Sebelumnya, kita harus tau dahulu gimana routing nya yah... Kita disini bahas yang direct langsung ke audio interface / soundcard aja yah... Jadi dari Guitar - Masuk ke Instrument in / Hi-Z pada audio interface.. Simple banget! :D
Udah tau kan Guitarnya mau dicolok kemana? Oke lanjut.. Saat anda menggunakan routing diatas, sudah pasti suara gitar anda terdengar clean. Nah makanya kita butuh memproses gitar clean tersebut agar terdengar memakai fx, head amp, hingga cabinet hanya menggunakan software / VST freeware.
Bunyi gitar hingga akhirnya terdengar dalam lagu-lagu yang ada punya beberapa proses yang mungkin agak panjang kalau ditulis satu persatu hingga jadi seperti yang terdengar, intinya dasarnya adalah Guitar - FX Pedal / Rack - Head Amp / Amp - Cabinet (yang ditodong dengan microphone).
![]() |
| FX - Amp - Cab (Real Record) |
Nah dari situ kita tau, paling tidak kita butuh Head Amp / Amp dan Cabinet nya, jadi gk bisa pake salah satu aja, Kecuali kalo combo loh yah kaya gambar dibawa ini hehe
![]() |
| Combo Amp |
Nah tapi dari pada melebar kemana-mana, Disini kita bahas Head Amp (Amp Simulator) aja dulu yah :D
LePou
Yuk ah gk usah banyak muter-muter, Pertama kita coba lihat-lihat plugins-plugins dari LePou. Ini beberapa produsen plugins gratisan favorite saya. Satu kata, SEMPURNA :p mumpung masih gratisan langsung ke web nya, terus di download-in aja dulu -> http://lepouplugins.blogspot.com/- SoloC = Soldano SLO
- Lextac = Bogner Ecstasy
- Lecto = Mesa Rectifier
- Hybrit = Marshall
- Le456 = Engl
- Legion = Original design
SoloC
Lecto
Le456
Legion
TSE
Yang Kedua kita punya plugins dari TSE : http://www.theserinaexperiment.net/- X50 = Peavey 5150
- X30 = Engl e530
- BOD = Sansamp
- Gk hanya Amp Sim aja, mereka juga punya Tubescreamer yang mantab..
X50
X30
nick crow lab
https://sites.google.com/site/nickcrowlab/
Suaranya gimana? yuk langsung dengerin :D
acme bar gig
http://www.acmebargig.com/
Download di : http://www.acmebargig.com/product/shred/
Skip ke 2:50 untuk dengerin demonya
ignite amps
http://www.guitarampmodeling.com/viewforum.php?f=96&sid=c7449c47d8cfbcade21eecba0066ace7
auraplug
http://www.auraplug.com/site/
NDzeit
NDzeit Dirtheadhttp://www.ndzeit.org/guitar/dirthead_0.61.zip
Ada yang lainnya? yuk share apa yang kamu pakai :D
08 August 2012
Tips untuk vocalist saat recording / rekaman
Bagi yang mau jadi penyanyi atau vocalis yang merekam vocal, mungkin artikel ini cucok banget buat nambah ilmu kalian dalam take vocal / merekam vocal. Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam take vocal :
1. Artikulasi Kata
Nyanyi adalah ungkapan yang harus disampaikan. Jadi bernyanyilah seperti kita berbicara atau berkata-kata. Maka si pendengar lagu akan bisa menangkap dengan jelas apa yang kita sampaikan. Seandainya kita bicara tidak jelas, maka orang yang kita ajak bicara pun bilang “maaf, anda tadi ngomong apa?” nah itu akan mempengaruhi sekali terhadap hasil take vocal kita. Jadi intinya adalah harus jelas artikulasi kata kita, kalau kita sudah bernyanyi dengan jelas seperti orang berbicara, maka tidak sadar pula bahwa kita sudah bernyanyi dengan padat atau “tight”.
2. Memilih Microphone
Memang tak banyak studio rekaman yang menyediakan pilihan microphone yang banyak. Tetapi bila anda mendapatkan studio dengan fasilitas pilihan mic banyak, manfaatkanlah fasilitas tersebut dan carilah mic yang sesuai dengan karakter/warna vocal anda. Biasanya untuk vocal dibutuhkan polar pattern Cardiod (Unidirectional Mic), yang mana suara hanya tertangkap dari arah depan dan agak berkurang bila anda menyanyi dari sisi mic tersebut.
3. Jarak Mic
Take vocal atau merekam vocal yang bagus adalah berjarak 1 jengkal tangan antara mic dan bibir kita atau 15-24 centimeter, karena bila kita bernyanyi dekat sekali dengan mic, maka akan menimbulkan suara “beb” (letupan) ataupun “desis” (hizzing) yang terlalu berlebihan. Memang ada plugin yang menanggulangi masalah desis itu yaitu “De-Esser” atau hardware pop-filter untuk letupan (plossive), cuma alangkah baiknya kalau itu kita tanggulangi dari saat rekaman. Sebagus-bagusnya alat recording ataupun plugin, tidak bisa sealami orang bernyanyi natural, jadi mulailah belajar untuk bernyanyi dengan jarak yang cukup baik mulai sekarang.
4. Tone Vocal
Banyak yang bilang kalau jaman sekarang rekaman itu, semuanya bisa di atasi dengan peralatan yang serba canggih, itu memang betul sekali. Tapi satu hal yang tidak bisa disamakan antara manusia dan peralatan yaitu “tone vocal” atau karakter kita. Mungkin vocal bervolume kecil bisa di manipulasi dengan berbagai macam peralatan compressor sehingga terdengar menjadi keras. Tapi sesungguhnya vocal itu hanya keras tapi tidak bertenaga (powerless). Untuk dikalangan musisi senior atau pakar audio yang handal, pasti mereka bisa membedakan mana tone asli dan hasil manipulasi alat. Untuk itu, maksimalkan ‘tone vocal’ Anda.
5. Compressor
Fungsi compressor adalah untuk mengompres vocal yang terlalu besar dinamikanya. Nah, sebenarnya manusia sendiri punya compressor. Teriak tapi tidak peak, yaitu dengan cara menahan alunan tenaga dari diaphragm ke pita suara,tetapi tidak mengurangi nada/tone vocal kita. Itulah yang disebut “level control”, di perlukan teknik serta latihan yang cukup untuk dapat menguasainya dengan baik.
6. Soul / Penjiwaan (Rasa)
"…seorang vocalist pun harus belajar bagaimana bisa “memanipulasi” atau memerankan peran yang berbeda dalam setiap lagu-lagu yang akan dinyanyikan.."
Sebenernya semua ini berkaitan antara penjelasan yang satu dengan penjelasan yang lainnya. Soul/rasa/feel itu sangat penting buat seorang penyanyi. Karena rasa itu digunakan untuk menyampaikan apa isi dari lirik lagu yang kita nyanyikan. Menurut saya, vocalist itu sama seperti pelaku peran dalam sinetron atau drama, kenapa? Sebab pelaku peran itu biasanya bisa memainkan emosi/mood yang sesuai dengan peran yang akan diperankannya. Nah, sebaiknya seorang vocalist pun harus belajar bagaimana bisa “memanipulasi” atau memerankan peran yang berbeda dalam setiap lagu-lagu yang akan dinyanyikan..walau dia hanya mengekspresikannya dengan suara doang. Nah disini lah letak pentingnya dinamika bernyanyi, karena bisa memainkan emosi pendengar. Walaupun sesungguhnya sang penyanyi tidak lagi dalam kondisi sedih tapi harus nyanyi sedih. Kalau hal itu sudah dapat kamu pahami dan jiwai, dijamin suara kamu bakal terdengar lebih baik.
7. Review
Setelah take vocal selesai, coba dengarkan lagi tanpa ada satupun plug in atau efek yang menempel di track kita (flat). Apakah kamu sudah maksimal seperti apa yang di bahas dari point 1-6? Apakah kamu sudah ngerasa nyaman dengan hasil suara kamu selama bernyanyi, apakah sudah ada fill/soul/rasanya di setiap kata yang kamu ucap? Cobalah mengulangnya kembali kalau memang belum, sebaiknya dikoreksi supaya mendapatkan hasil yang maksimal.
Memang bernyanyi itu tergantung mood atau perasaan hati, jadi jagalah mood itu baik-baik selama kamu melakukan rekaman vocal. Ulangi lagi esok hari, kalau memang mood itu tidak ada. Have fun and be fun, saya sarankan saat anda melakukan rekaman, jangan tegang dan jangan ragu untuk meminta pendapat dari operator studio, produser atau orang yang berada saat kita rekaman.
8. Tips :
- Bernyanyilah dengan artikulasi yang jelas !
- Pilihlah mic yang memperkuat karakter suara Anda !
- Atur jarak mic dengan mulut dengan benar !
- Maksimalkan ‘Tone Vocal’ dari dalam diri Anda, bukan dengan bantuan alat !
- Jaga dinamika suara atau gunakan ‘compressor’ alami yang ada dalam diri Anda !
- Tunjukkan emosi saat bernyanyi sesuai kebutuhan lagu !
- Review hasil rekaman suara asli Anda !
Ditulis oleh Krish
Disalin dari Musiktek.net
05 August 2012
Bagaimana cara / teknik merekam bass (bass recording)
Instrument bass guitar merupakan pengisi rhytm section sebuah lagu, bass sangat penting pada semua genre lagu, baik pop, punk, rock, jazz, funk dan sebagainya. Biasanya ada anggapan? Sound bass yang bagus adalah yang kawin (nyatu) dengan kick drum? Bagaimana membuatnya? Atau biasanya tiap genre lagu memiliki karakter sound bass tersendiri, seperti bulat, tebal, dan lain-lain, apakah bisa dibuat ketika mixing?. Sound tersebut akan mudah didapat jika dimulai dengan teknik merekam bass yang baik.
Untuk mendapatkan sound bass yang baik dan seperti yang dibutukan, yang paling penting adalah kualitas bass itu sendiri, karena sound yang dihasilkan nantinya berasal dari karakter asli bass tersebut, jadi usahakan bass dalam keadaan sehat, minimal menggunakan string/senar baru (belum fals/sumbang) dan jika bass active sebaiknya menggunakan baterai baru. Hal kedua yang sama pentingnya adalah kualitas musisi/player yang memainkan bass tersebut, sound yang bagus sekalipun tidak akan menghasilkan kualitas yang bagus dengan permainan yang buruk. Berikutnya adalah teknik merekam bass yang baik, secara umum ada 3 teknik cara merekam bass, yaitu: DI (direct/langsung), menggunakan microphone (todong ampli), atau kombinasi dari keduanya.
Direct Injection atau Direct Input
Direct Injection atau sering disingkat dengan DI adalah teknik colok langsung, atau dalam recording adalah merekam langsung. Teknik ini maksudnya adalah bass anda dicolok kabel dan dihubungkan dengan DI box (kotak DI) dan DI box tersebut dihubungkan ke soundcard. Ini sangat disarankan jika bass anda tipe pasif, dan selain menggunakan DI box, anda juga dapat menggantinya dengan pre-amp sebelum masuk ke soundcard.
Kelebihan dari Merekam langsung adalah anda akan mendapatkan sound bersih dari bass yang anda rekam. Dan selama kualitas bass tersebut bagus dan permainan musisinya juga baik, anda akan mendapatkan sound yang terekam tersebut dapat dengan mudah dicompress, diedit dan di equalizing nantinya.
Merekam Menggunakan Microphone (todong)
Kebanyakan engineer memilih merekam bass menggunakan amplifier daripada menggunakan DI. Merekam menggunakan microphone lazim disebut dengan istilah todong mic, caranya bass tersebut dicolok ke amplifier bass (seperti saat latihan/manggung), lalu didepan cabinet amplifier tersebut ditaruh microphone (biasanya menggunakan dynamic microphone), lalu microphone tersebut dihubungkan ke soundcard. Suara dari microphone tersebutlah yang akan direkam ke DAW.
Kelebihan dari teknik todong adalah mendapatkan sound yang sudah dikompresi secara alami oleh speaker amplifier tersebut, selain itu tidak hanya mendapatkan karakter bass, tapi karakter amplifier tersebut, yang jelas karakter tersebut akan sulit didapat menggunakan virtual amplifier di DAW.
Untuk mendapatkan sound bass yang baik dan seperti yang dibutukan, yang paling penting adalah kualitas bass itu sendiri, karena sound yang dihasilkan nantinya berasal dari karakter asli bass tersebut, jadi usahakan bass dalam keadaan sehat, minimal menggunakan string/senar baru (belum fals/sumbang) dan jika bass active sebaiknya menggunakan baterai baru. Hal kedua yang sama pentingnya adalah kualitas musisi/player yang memainkan bass tersebut, sound yang bagus sekalipun tidak akan menghasilkan kualitas yang bagus dengan permainan yang buruk. Berikutnya adalah teknik merekam bass yang baik, secara umum ada 3 teknik cara merekam bass, yaitu: DI (direct/langsung), menggunakan microphone (todong ampli), atau kombinasi dari keduanya.
Direct Injection atau Direct Input
Direct Injection atau sering disingkat dengan DI adalah teknik colok langsung, atau dalam recording adalah merekam langsung. Teknik ini maksudnya adalah bass anda dicolok kabel dan dihubungkan dengan DI box (kotak DI) dan DI box tersebut dihubungkan ke soundcard. Ini sangat disarankan jika bass anda tipe pasif, dan selain menggunakan DI box, anda juga dapat menggantinya dengan pre-amp sebelum masuk ke soundcard.
Kelebihan dari Merekam langsung adalah anda akan mendapatkan sound bersih dari bass yang anda rekam. Dan selama kualitas bass tersebut bagus dan permainan musisinya juga baik, anda akan mendapatkan sound yang terekam tersebut dapat dengan mudah dicompress, diedit dan di equalizing nantinya.
Merekam Menggunakan Microphone (todong)
Kebanyakan engineer memilih merekam bass menggunakan amplifier daripada menggunakan DI. Merekam menggunakan microphone lazim disebut dengan istilah todong mic, caranya bass tersebut dicolok ke amplifier bass (seperti saat latihan/manggung), lalu didepan cabinet amplifier tersebut ditaruh microphone (biasanya menggunakan dynamic microphone), lalu microphone tersebut dihubungkan ke soundcard. Suara dari microphone tersebutlah yang akan direkam ke DAW.
Kelebihan dari teknik todong adalah mendapatkan sound yang sudah dikompresi secara alami oleh speaker amplifier tersebut, selain itu tidak hanya mendapatkan karakter bass, tapi karakter amplifier tersebut, yang jelas karakter tersebut akan sulit didapat menggunakan virtual amplifier di DAW.
Artikel ini disalin dari
rumahrekam.com
03 August 2012
Bagaimana cara / teknik merekam drum (drum recording)
Equipment
- Drum Set
- Microphone
- Pre amp
- Dan equipment recording lainnya
Tunning
Untuk mendapatkan hasil rekaman drum yang bagus, anda harus sangat memperhatikan tune dari drum tersebut. Tune drum mempengaruhi kualitas audio, dan jika tune sudah bagus maka pekerjaan editing dan mixing nantinya akan lebih mudah.
Kick, Snare, Tom dan Floor pada umumnya memiliki 2 skins (atas & bawah)
1. Batter head skin (atas) : berpengaruh terhadap "attack" dan initial pitch
2. Resonant head skin (bawah) : berpengaruh terhadap "overall pitch" dan sustain.
Tiap drum kit (Kick, Snare, dan Toms ) memiliki ukuran & materi bahan yang berbeda-beda, dan artinya tiap ukuran & materi memiliki resonan bunyi nada yang berbeda-beda pula. Ada beberapa Snare yang memiliki resonan bunyi dengan badwidth yang lebar, artinya Snare bisa ditune dari nada rendah sampai nada tinggi dan tetap menghasilkan Tone yang sempurna. Sebaiknya tunnning Snare sesuai nada dasar lagu, dan tunning tom dan floor mengikuti nada intervalnya.
Recording Kick
Gitar bass dan kick drum adalah apa yang menjaga alur lagu, dan Kick drum adalah pusat dari rhythm section lagu anda. Untuk merekam kick, anda dapat menggunakan microphone seperti Sennheiser E602, SM57, AKG D112, Neumann KM184 atau R92 (ribbon microphone) sangat terserah selera dan budget yang anda miliki untuk membeli microphone tersebut. Mulailah menempatkan microphone di kick drum dan dengarkan. Bagaimana suara yang dihasilkan? Jika boomy (terlalu low dan tidak jelas), tempatkan mikrofon lebih dekat dengan beater untuk suara kejelasan, jika itu suara yang dihasilkan terlalu ketat, maka geser kembali hingga mendapatkan sound seperti yang diinginkan. Lakukan percobaan eksperimen untuk posisi mic tersebut, dan tidak ada cara yang benar atau salah untuk melakukannya.
Tips:
- Gunakan 2 microphones (dalam & luar). Microphone yang ditaruh di dalam untuk mendapatkan "attack" dari batter dengan baik. Microphone yang ditempatkan di luar untuk mendapatkan sound sub low.
- Tapi untuk penggunaan 2 microphone perhatikan juga tentang Phase (korelasi antara kedua microphone). Saat mendapatkan posisi yang dirasa enak (In-PHASE), coba lakukan check PHASE, dengan cara membalik phase dari salah satu microphone. Jika suaranya jadi aneh / lemah / low-nya ilang (Out-of-Phase), berarti posisi mic yang sebelum di balik phase-nya sudah benar.
Recording Snare
Mendapatkan suara snare drum yang baik sangat mudah jika snare tersebut memang suaranya bagus, tune, sesuai karakter lagu dan dimainkan oleh drumer yang baik. Untuk merekam Snare anda dapat menggunaka microphone Shure Beta 57A, Josephson C42, Heil PR20, BeyerDynamic M201, dan lain-lain. Anda dapat menggunakan 2 microphone untuk merekam snare, 1 ditempatkan diatas dan 1 lagi dibawah.
Tips:
- Gunakan 3 mic (2 di atas, dan 1 di bawah). Untuk 1 mic atas untuk mendapatkan "attack" & "snappy" dan 1 mic lagi untuk mendapatkan "Body". Kedua mic tersebut kita ikat dgn selotip dengan posisi yang sama dan ditaruh dibawah hihat dengan kemiringan 45derajat menghadap ke pusat SNARE (berlawanan dengan hi-hat) untuk meminimalkan spil / bocoran dari hi-hat.
- Sedangkan untuk bottom snare anda dapat menggunakan dynamic microphone agar suara rattle yang terekam tidak terlalu tajam dan lebih natural ketimbang menggunakan condenser microphone. Dan jangan lupa membalikan phase untuk snare bawah karena arah penangkapannya yang berlawanan dengan microphones di atas.
Recording Toms
Pada kebanyakan drum kit, anda akan menemukan berbagai jumlah set tom, semua dari jangkauan tonal yang berbeda, biasanya drummer akan memiliki tom tonal tinggi, midle, dan tom lowh. Kadang-kadang anda akan menemukan drummer yang lebih beragam yang memanfaatkan beberapa tom semua disetel berbeda. Tapi pada studio recording biasanya cukup menggunakan 2 tom dan 1 floor saja. Microphone yang digunakan tidak jauh berbeda dengan microphone snare.
Tips:
- Anda juga dapat menggunakan 2 microphone untuk 1 tom, tapi 1 microphone juga sudah cukup
- Posisikan microphone 45 derajat mengarah ke tengah skin
Recording Hi-Hat & Ride
Anda bisa saja tidak menaruh microphone pada Hi-Hat atau Ride, dan suara terekam melalui overhead. Tapi sebaiknya gunakan chanel sendiri atau tetap merekamnya secara individual untuk Hi-Hat dan Ride (terpisah dengan overhead), hal itu juga akan memudahkan proses mixing. Hal pertama untuk merekam hi-hat adalah pemilihan hi-hat itu sendiri, hi-hat sangat rentan suaranya terekam terdengar murah dan bersuara sangat tajam seperti kaleng. Gunakan hi-hat dan percymbalan yang bagus, yang karakternya tebal dan tidak terlalu tajam.
Tips:
- Gunakan microphone ribbon agar transient-nya dapat terjaga dengan baik.
- Posisikan microphone sekitar 20cm diatas hi-hat bagian luar. Tujuannya adalah supaya mengurangi spil/bocoran dari snare yang terhalang oleh hi-hat bagian dalam.
- Ketinggian microphone pun diatur supaya suara overall hi-hat dapet direkam dengan baik.
Recording Overhead
Mic positioning untuk overhead adalah hal yang paling penting untuk mendapatkan sound overhead yang bagus, selain itu ini juga akan sangat berpengaruh terhadap overall sound drum. Tujuan utama dari Overhead? ini adalah untuk mengambil seluruh suara piece instruments (namun lebih menitikberatkan pada cymbals) dan untuk menyatukan semua individual mic lainnya supaya suara semuanya terdengar sebagai 1 kesatuan. Anda dapat menggunakan microphone AEA R84, AKG C414, Oktava MC012, Marshal MXL series dan sebagainya.
Tips:
- Penempatan awal dimulai dengan mengikuti teknik dasar ?3-to-1 Rule?, yaitu posisi dasar penempatan 2 microphone dimana jarak antara mic 1 dengan mic 2 haruslah 3x dari jarak antara salah satu mic terhadap instrument (drums). Formula ini dibuat untuk menghindari masalah Phase/comb filter.
- Pan microphone 1 full kanan dan mic 2 full kiri (dead Left dan Dead Right)
- Check Phase, dengan cara membalikan phase dari salah satu mic. Jika suara yang terdengar menjadi berat ke kiri/kanan (out of phase), maka artinya posisi sebelumnya sudah betul.
- Ruangan/acostic room yang baik akan sangat berpengaruh pada track overhead.
Disalin dari :
Rumahrekam.com
Referensi dari :
audiostation.net
homerecording.about.com
Subscribe to:
Posts (Atom)







Sewa Lensa dan Kamera