Video by : Brian Joe - brichstudios.com
Showing posts with label Presonus Studio One. Show all posts
Showing posts with label Presonus Studio One. Show all posts
20 August 2014
22 December 2012
#5 Presonus Studio One 2.5 - Komponen Halaman Song Part 1
Pada artikel kali ini kita akan membahas User Interface pada halaman Song dari Presonus Studio One 2.5. Apa itu Song dan bagaimana membuatnya bisa anda baca di artikel sebelumnya part #3
Pembahasan User Interface Presonus Studio One ini akan dibagi menjadi beberapa bagian agar artikelnya tidak terlalu panjang.
Oke, pada gambar dibawah ini adalah tampilan gambar User Interface pada halaman Song di Presonus Studio One 2.5 yang didalamnya sudah terdapat 1 buah Track Audio dan 1 buah Track Midi (cara membuat Track akan dibahas pada artikel selanjutnya).
Title Bar menunjukan Judul dari Song yang anda buat
Control Link adalah fitur untuk mengintegrasikan Hardware External / Controller untuk mengkontrol instrument virtual anda, efek, dan parameter lain
Misalnya ketika anda memakai controller, contohnya Novation Zero SL MK II
Maka Control Link Box akan menjadi seperti dibawah ini
Disana akan terlihat parameter-parameter untuk Controller anda.
Box sebelah kiri adalah Nama paraneter dan Value dan informasi lain mengenai parameter.
Box sebelah kanan menampilkan MIDI name, Value, dan dan mapping dari Controller.
Selain dari yang saya jelaskan diatas, anda juga bisa melakukan automation untuk track-track anda dengan Control Link Box ini, tutorial untuk hal tersebut akan dibahas pada artikel selanjutnya.
Seperti namanya, Mouse Tools adalah alat untuk mouse anda. Ada 8 alat / Tools yang tersedia di Presonus Studio One yaitu
Arraw Tool - Shortcut 1 pada keyboard
adalah Tool yang biasa nya paling sering digunakan. Gunanya sangat banyak antara lain grab audio, drag, select, memindakan maju / mudur / ke track lain, memotong dari depan / belakang, fade in / fade out, mengubah logarithmic fade, mengubah gain audio dan lain sebagainya
Range Tool - Shortcut 2 pada keyboard
adalah Tool yang gunanya untuk memilih / select part audio yang anda gunakan, setelah di select anda bisa memindahkan, mendelete dan lain sebagainya
Split Tool - Shortcut 3 pada keyboard
Adalah tool yang gunanya untuk memotong
Erase Tool - Shortcut 4 pada keyboard
Adalah Tool yang gunanya untuk menghapus / mendelete
Paint Tool - Shortcut 5 pada keyboard
Dapat digunakan untuk menggambar. Biasanya digunakan untuk Automation dan juga menggambar MIDI. untuk tool ini ada beberapa pilihan bentuk / shape yang biasa nya digunakan untuk Automation
Mute Tool - Shortcut 6 pada keyboard
Adalah Tool yang gunanya untuk me-mute / mendiamkan audio yang dipilih
Bend Tool - Shortcut 7 pada keyboard
adalah Tool yang digunakan untuk mengedit Audio Timming, Beat Matching, Groove Extraction ataupun Quantization, akan dibahas pada artikel selanjutnya
Listen Tools - Shortcut 8
Adalah alat / tool untuk memberikan info kepada anda tentang semua aksi yang bisa anda gunakan terkait dengan Mouse Tools. Cara kerjanya mudah, klik tombol Info View tersebut, lalu (misalnya) arahkan kursor anda ke salah satu Audio atau MIDI yang ada. maka informasi tersebut akan berada pada Info View Panel
Apabila anda mengklik tombol Detach seperti gambar dibah ini
Maka akan "pop up" menjadi jendela yang bisa di pindahkan atau floating panel seperti gambar dibawah ini
Audio Bend adalah fitur yang digunakan untuk mengedit Audio Timming, Beat Matching, Groove Extraction ataupun Quantization. Apabila anda mengklik tombol Audio Bend, maka Audio Bend Panel akan muncul
Anda juga dapat mem"pop up" menjadi jendela yang bisa di pindahkan atau floating panel dengan mengklik tombol Detach dan akan seperti tampilan dibawah ini
Untuk fitur ini akan dibahas pada artikel selanjutnya
Oke segitu dahulu Komponen Halaman Song Part 1 nya... Sampai bertemu pada Komponen Halaman Song Part 2 :)
Pembahasan User Interface Presonus Studio One ini akan dibagi menjadi beberapa bagian agar artikelnya tidak terlalu panjang.
Oke, pada gambar dibawah ini adalah tampilan gambar User Interface pada halaman Song di Presonus Studio One 2.5 yang didalamnya sudah terdapat 1 buah Track Audio dan 1 buah Track Midi (cara membuat Track akan dibahas pada artikel selanjutnya).
Title Bar
Control Link Box
Control Link adalah fitur untuk mengintegrasikan Hardware External / Controller untuk mengkontrol instrument virtual anda, efek, dan parameter lain
Misalnya ketika anda memakai controller, contohnya Novation Zero SL MK II
Maka Control Link Box akan menjadi seperti dibawah ini
Disana akan terlihat parameter-parameter untuk Controller anda.
Box sebelah kiri adalah Nama paraneter dan Value dan informasi lain mengenai parameter.
Box sebelah kanan menampilkan MIDI name, Value, dan dan mapping dari Controller.
Selain dari yang saya jelaskan diatas, anda juga bisa melakukan automation untuk track-track anda dengan Control Link Box ini, tutorial untuk hal tersebut akan dibahas pada artikel selanjutnya.
Mouse Tools
Seperti namanya, Mouse Tools adalah alat untuk mouse anda. Ada 8 alat / Tools yang tersedia di Presonus Studio One yaitu
Arraw Tool - Shortcut 1 pada keyboard
adalah Tool yang biasa nya paling sering digunakan. Gunanya sangat banyak antara lain grab audio, drag, select, memindakan maju / mudur / ke track lain, memotong dari depan / belakang, fade in / fade out, mengubah logarithmic fade, mengubah gain audio dan lain sebagainya
Range Tool - Shortcut 2 pada keyboard
adalah Tool yang gunanya untuk memilih / select part audio yang anda gunakan, setelah di select anda bisa memindahkan, mendelete dan lain sebagainya
Split Tool - Shortcut 3 pada keyboard
Adalah tool yang gunanya untuk memotong
Erase Tool - Shortcut 4 pada keyboard
Adalah Tool yang gunanya untuk menghapus / mendelete
Paint Tool - Shortcut 5 pada keyboard
Dapat digunakan untuk menggambar. Biasanya digunakan untuk Automation dan juga menggambar MIDI. untuk tool ini ada beberapa pilihan bentuk / shape yang biasa nya digunakan untuk Automation
Mute Tool - Shortcut 6 pada keyboard
Adalah Tool yang gunanya untuk me-mute / mendiamkan audio yang dipilih
Bend Tool - Shortcut 7 pada keyboard
adalah Tool yang digunakan untuk mengedit Audio Timming, Beat Matching, Groove Extraction ataupun Quantization, akan dibahas pada artikel selanjutnya
adalah Tool yang gunanya untuk mendengarkan audio pada tempat yang dipilih
Info View
Adalah alat / tool untuk memberikan info kepada anda tentang semua aksi yang bisa anda gunakan terkait dengan Mouse Tools. Cara kerjanya mudah, klik tombol Info View tersebut, lalu (misalnya) arahkan kursor anda ke salah satu Audio atau MIDI yang ada. maka informasi tersebut akan berada pada Info View Panel
Apabila anda mengklik tombol Detach seperti gambar dibah ini
Maka akan "pop up" menjadi jendela yang bisa di pindahkan atau floating panel seperti gambar dibawah ini
Audio Bend
Audio Bend adalah fitur yang digunakan untuk mengedit Audio Timming, Beat Matching, Groove Extraction ataupun Quantization. Apabila anda mengklik tombol Audio Bend, maka Audio Bend Panel akan muncul
Anda juga dapat mem"pop up" menjadi jendela yang bisa di pindahkan atau floating panel dengan mengklik tombol Detach dan akan seperti tampilan dibawah ini
Untuk fitur ini akan dibahas pada artikel selanjutnya
Oke segitu dahulu Komponen Halaman Song Part 1 nya... Sampai bertemu pada Komponen Halaman Song Part 2 :)
Labels:
Presonus Studio One,
Software,
Tutorial
21 December 2012
#4 Presonus Studio One 2.5 - Manajemen File Location
Pada Tutorial kali ini kita akan membahas tentang Manajemen File Location pada Presonus Studio One 2.5. File Location di Presonus Studio One 2.5 sangat fleksible untuk diubah, jadi anda dapat mengubah path folder sepertil folder Song, Project, Vst Plugins dan lain sebagainya.
Pertama-tama, buka program Presonus Studio One (Dalam contoh saya memakai Presonus Studio One 2.5), lalu ke menu Studio One - Option (atau Prefences). Atau Shortcut Ctrl + , atau kalau di MAC anda dapat mengakses ⌘ + ,
Lalu akan membuka jendela baru, dan pilih tab Location
Tempat dimana anda menyimpan data Songs, Projects, hingga Presets, Pada gambar diatas, saya menyimpan Songs, Projects, dan Presets pada path D:\Distorsi\Studio One
Oke kita coba lihat seperti apa atau folder apa saja yang ada di path tersebut
Terlihat pada path tersebut anda menemukan Folder Songs, Projects, dan Presets. So jika saya membuat Song berjudul "Contoh Lagu Baru" maka anda dapat mencari Data tersebut di path D:\Distorsi\Studio One\Songs\Contoh Lagu Baru
Dan apa bila anda ingin memindahkan data Song tersebut atau ingin mem-burning ke dalam CD / DVD, anda tinggal copy / Burn folder "Contoh Lagu Baru"
Oke kembali lagi ke bagian tab User Data. Anda dapat mengubah tempat atau path dari User Data tersebut ketempat yang anda inginkan dengan mengkik tombol [...]
Auto Save Document, adalah fitur yang penting. Anda dapat men-setting waktu untuk menyimpan data secara otomatis dari Dokumen (Song ataupun Project) yang sedang anda kerjakan. Jadi tidak perlu khawatir jika tiba-tiba ada gangguan seperti mati lampu dan lain sebagainya dan anda lupa untuk menyimpan data secara manual.
Adalah tipe file yang dapat di baca oleh browser Presonus Studio One. Anda tidak perlu khawatir untuk bagian ini, abaikan saja
Di dalam Presonus Studio One sudah include banyak sekali Content yang anda dapatkan. Salah satu yang sudah include dalam Presonus Studio One adalah Sound Sets - Infomasi lebih detail bisa anda lihat di http://studioone.presonus.com/content/#soundsets
Pada tab Sound Sets, anda dapat memilih tempat dimana menyimpan Sound Sets tersebut sesuai dengan yang anda inginkan, atau bisa juga menambahkan path baru dengan mengklik tombol Add...
Adalah tempat dimana anda menyimpan SoundFont. Apa itu SoundFont bisa baca-baca di http://en.wikipedia.org/wiki/SoundFont
Presonus Studio One 2 menyediakan / include beberapa SoundFont untuk anda. Apabila kurang pun anda dapat membelinya misalnya di http://www.digitalsoundfactory.com//soundfont_products
Mau yang free?
http://soundfonts.homemusician.net/
http://www.hammersound.net/
Anda dapat memilih tempat dimana menyimpan SoundFont tersebut sesuai dengan yang anda inginkan, atau bisa juga menambahkan path baru dengan mengklik tombol Add...
Adalah tempat dimana anda menyimpan Plugins VST. Tentu saja anda sudah mengenal atau akrab dengan VST. Namun apabila masih belum mengetahui apa itu VST, anda dapat membaca-baca referensi nya di http://en.wikipedia.org/wiki/Virtual_Studio_Technology
Scan at startup, adalah pilihan apabila anda ingin selalu meng-Scan plugins anda pada saat anda membuka Presonus Studio One. Apa bila di uncheck maka Saat membuka Presonus Studio One akan lebih karena tidak meng Scan plugins VST anda terlebih dahulu.
Anda dapat memilih tempat dimana menyimpan VST Plug-in tersebut sesuai dengan yang anda inginkan, atau bisa juga menambahkan path baru dengan mengklik tombol Add...
Oke, selesailah Tutorial Presonus Studio One 2.5 tentang Manajemen File Location.
Pertama-tama, buka program Presonus Studio One (Dalam contoh saya memakai Presonus Studio One 2.5), lalu ke menu Studio One - Option (atau Prefences). Atau Shortcut Ctrl + , atau kalau di MAC anda dapat mengakses ⌘ + ,
Lalu akan membuka jendela baru, dan pilih tab Location
User Data
Oke kita coba lihat seperti apa atau folder apa saja yang ada di path tersebut
Terlihat pada path tersebut anda menemukan Folder Songs, Projects, dan Presets. So jika saya membuat Song berjudul "Contoh Lagu Baru" maka anda dapat mencari Data tersebut di path D:\Distorsi\Studio One\Songs\Contoh Lagu Baru
Dan apa bila anda ingin memindahkan data Song tersebut atau ingin mem-burning ke dalam CD / DVD, anda tinggal copy / Burn folder "Contoh Lagu Baru"
Oke kembali lagi ke bagian tab User Data. Anda dapat mengubah tempat atau path dari User Data tersebut ketempat yang anda inginkan dengan mengkik tombol [...]
Auto Save Document, adalah fitur yang penting. Anda dapat men-setting waktu untuk menyimpan data secara otomatis dari Dokumen (Song ataupun Project) yang sedang anda kerjakan. Jadi tidak perlu khawatir jika tiba-tiba ada gangguan seperti mati lampu dan lain sebagainya dan anda lupa untuk menyimpan data secara manual.
File Types
Adalah tipe file yang dapat di baca oleh browser Presonus Studio One. Anda tidak perlu khawatir untuk bagian ini, abaikan saja
Sound Sets
Pada tab Sound Sets, anda dapat memilih tempat dimana menyimpan Sound Sets tersebut sesuai dengan yang anda inginkan, atau bisa juga menambahkan path baru dengan mengklik tombol Add...
Instrument Library
Adalah tempat dimana anda menyimpan SoundFont. Apa itu SoundFont bisa baca-baca di http://en.wikipedia.org/wiki/SoundFont
Presonus Studio One 2 menyediakan / include beberapa SoundFont untuk anda. Apabila kurang pun anda dapat membelinya misalnya di http://www.digitalsoundfactory.com//soundfont_products
Mau yang free?
http://soundfonts.homemusician.net/
http://www.hammersound.net/
Anda dapat memilih tempat dimana menyimpan SoundFont tersebut sesuai dengan yang anda inginkan, atau bisa juga menambahkan path baru dengan mengklik tombol Add...
VST Plug-in
Adalah tempat dimana anda menyimpan Plugins VST. Tentu saja anda sudah mengenal atau akrab dengan VST. Namun apabila masih belum mengetahui apa itu VST, anda dapat membaca-baca referensi nya di http://en.wikipedia.org/wiki/Virtual_Studio_Technology
Scan at startup, adalah pilihan apabila anda ingin selalu meng-Scan plugins anda pada saat anda membuka Presonus Studio One. Apa bila di uncheck maka Saat membuka Presonus Studio One akan lebih karena tidak meng Scan plugins VST anda terlebih dahulu.
Anda dapat memilih tempat dimana menyimpan VST Plug-in tersebut sesuai dengan yang anda inginkan, atau bisa juga menambahkan path baru dengan mengklik tombol Add...
Oke, selesailah Tutorial Presonus Studio One 2.5 tentang Manajemen File Location.
Labels:
Presonus Studio One,
Software,
Tutorial
20 December 2012
#3 Presonus Studio One 2.5 - Membuat Song
Pada artikel ini, kita akan membahas bagaimana membuat Song, Song dalam Presonus Studio One adalah sebuah halaman dimana terdapat alat untuk merekam, mengedit, meng-aransement, dan mix multitrack audio. Pada DAW lain seperti Steinberg Cubase dan Nuendo mungkin bernama Project. Namun di Presonus Studio One, Project adalah halaman dimana anda dapat me-Mastering, mem-publish lagu anda ke SoundCloud, membuat Mp3, hingga burning ke CD.
Nah tapi di artikel tutorial kali ini, kita hanya membahas bagaimana membuat Song.
Buka program Presonus Studio One anda (Dalam contoh saya memakai Presonus Studio One 2.5), dan pada Startup Screen anda akan menjumpai tombol Create a new Song
Selain dari tombol ini, anda juga bisa mengakses menu File - New Song. Atau Shortcut Ctrl + N atau kalau di MAC anda dapat mengakses ⌘ + N
Atau pada sebelah kanan atas, anda akan menemukan tombol Song
Tiga-tiga nya sama akan memunculkan jendela baru seperti gambar di bawah ini
Setelah semua sudah di setting, klik tombol OK. Dan akan tampil halaman Song yang masih kosong.
Nah tapi di artikel tutorial kali ini, kita hanya membahas bagaimana membuat Song.
Buka program Presonus Studio One anda (Dalam contoh saya memakai Presonus Studio One 2.5), dan pada Startup Screen anda akan menjumpai tombol Create a new Song
Selain dari tombol ini, anda juga bisa mengakses menu File - New Song. Atau Shortcut Ctrl + N atau kalau di MAC anda dapat mengakses ⌘ + N
Atau pada sebelah kanan atas, anda akan menemukan tombol Song
Tiga-tiga nya sama akan memunculkan jendela baru seperti gambar di bawah ini
- Song Title adalah nama lagu yang ingin anda buat
- Lalu dibawah Song Title adalah path atau tempat dimana anda menyimpan data-data dari Song yang anda buat, Jika anda klik tombil [...] pada sebelah kanannya, maka anda bisa memutuskan untuk menyimpan data dimana sesuai ke inginan anda
- Sample Rate, pada CD Audio sample rate yang dipakai adalah 44,1 kHz, namun lebih baik setting di atas angka tersebut. Bisa di 48,0 kHz atau lebih. Semakin besar sample rate yang anda pilih, semakin besar juga ukuran data audio anda
- Resolution adalah Bit Rate. Apa itu Bit Rate dan Bit Resolution? bit rate dan bit resolution sangat menentukan berapa luas atau lebar dynamic range yang dimiliki oleh track atau hasil rekaman anda. misalnya kita merekam dengan bit rate dan bit resolution 16bit, maka apabila di pandang dalam ilmu teori, hasil rekaman kita tersebut hanya memiliki dynamic range 96db, jadi walau soundcard atau audio interface atau conveter kita memiliki S/N Ratio 120dB sekali pun, rekaman kita yang ber format 16bit akan tetap hanya memilki dynamic range 96dB, maka alangkah baiknya merekam dengan format 24bit apabila memungkinkan.Semakin tinggi sbit rate dan bit resolution, semakin besar pula penyitaan ruang hardisk anda untuk data yang disimpan
- Timebase, Disini anda dapat memilih beberapa pilihan basis waktu yang anda gunakan dalam halaman Song. Beberapa pilihan antara lain Second, Sample, Bars, dan Frame. Biasanya dalam Song menggunakan Bars untuk membuat lagu, namun beberapa situasi anda dapat menggunakan Sample atau Frame. Tidak perlu khawatir atas pemilihan ini, karna nanti akan mudah diubah disaat anda sudah berapa dihalaman Song
- Song Length adalah panjang atau lama nya watu yang ingin anda buat, tidak perlu khawatir atas berapa panjang lagu anda, karna nanti akan mudah diubah disaat anda sudah berapa dihalaman Song
- Tempo, anda dapat menyeting tempo anda di sini, namun jangan khawatir, karena nanti bisa dubah saat di halaman Song
- Time Signature, adalah berapa ketukan dari lagu anda, anda dapat men-setting berapa ketukan lagu anda disini, namun jangan khawatir, karena nanti bisa dubah saat di halaman Song
- Stretch audio file to Song tempo adalah fitur dimana Presonus Studio One akan menyesuaikan audio ke dalam tempo lagu, hal ini dugunakan biasanya untuk sample audio loop yang ingin anda pakai dan lain sebagainya
- Template, pada sebelah kiri dari jendela tersebut juga terdapat Template yang bisa anda pilih atau gunakan, terdapat 3 tab yang tersedia. Template berdasarkan Style, Interface dan User
Setelah semua sudah di setting, klik tombol OK. Dan akan tampil halaman Song yang masih kosong.
Dihalaman Song ini anda dapat membuat track, merekam multi track, composing aranger, editing, dan lain-lain seperti DAW lainnya. Jika anda ingin mengganti semua hal yang telah di setting sebelumnya. Klik menu Song - Song Setup
Pada General tab, anda dapat mengubah setting yang sebelumnya sudah kita setting. lalu pada Meta Information, adalah informasi lagu yang anda buat.
Anda dapat mengubah informasi yang tersedia, bahkan Cover atau gambar untuk lagu anda.
Pada Audio I/O Setup anda dapat men-setting input dan output dari Audio Interfcae / Soundcard anda. Terdapat tab Input dan Output didalamnya, Anda dapat menyeting input dan output yang anda gunakan. Mungkin akan kita bahas nanti pada artikel selanjutnya lebih dalam,
Oke sudah selesai, itulah cara membuat Song pada Presonus Studio One dan pembahasannya, tunggu artikel selanjutnya ;)
Labels:
Presonus Studio One,
Software,
Tutorial
#2 Presonus Studio One 2.5 - Setting Audio Device
Sebelum kita melakukan banyak hal di Presonus Studio One, hal pertama yang harus kita lakukan anda untuk menyeting Audio Device (Soudcard / Audio Interface). Gunanya apa? tentu saja agar kita bisa mendengar (Playback) dan merekam (Record) di Presonus Studio One tersebut.
Cara nya sangat mudah, buka program Presonus Studio One (Dalam contoh saya memakai Presonus Studio One 2.5), dan pada Startup screen, ditengah layar anda akan menemukan menu Setup.
Terlihat pada gambar diatas, bahwa saya belum men-Setting Audio Device saya. Klik Gambar Audio Device pada menu Setup tersebut atau klik Configue Audio Device...
Dan akan membuka menu baru seperti gambar dibawah ini. Pastikan anda berada pada menu Audio Setup dari lima menu yang tersedia
Lalu pada Audio Device, pilih Audio Device Driver yang ingin anda gunakan. Karena saya memakai Focusrite Scarlett 2i4, maka saya akan memilih Focusrite USB 2.0 Audio Driver
Setelah memilih Audio Setup, ada beberapa hal yang perlu kita ketahui, yuk lihat gambar dibawah ini
Device Block Size / Internal Block Size
Atau juga disebut dengan Buffer Size, adapun yang harus anda ketahui :
Jika anda tidak dapat mengganti Device Block Size seperti gambar dibawah ini
Maka klik tombol Control Panel, maka anda akan mendapatkan jendela baru untuk mensetting buffer size anda (hal ini tergantung Audio Interface dan Driver yang anda pakai)
Process Precision
Pada default, anda akan menemukan process precision diset pada Single Pecision (32bit). Anda dapat memilih Double Precision (64-bit) pada drop-down menu untuk kualitas maksimum.
Use CPU Core
Jika anda memakai Processor dengan core lebih dari satu (dual core, core to duo, i3, i5, i7) anda dapat memilih berapa core yang akan digunakan untuk software Presonus Studio One
Setelah semua hal diatas telah di setting, maka anda akan menemukan informasi kalkulasi dari hal yang telah anda setting tadi
Yup.. Audio Device Setup di Presonus Studio One sudah selesai, Next kita akan membahas bagaimana membuat project (atau kalo di Presonus Studio One disebut "Song"), lalu sesudah itu mungkin baru setting input-output.
Cara nya sangat mudah, buka program Presonus Studio One (Dalam contoh saya memakai Presonus Studio One 2.5), dan pada Startup screen, ditengah layar anda akan menemukan menu Setup.
Lalu pada Audio Device, pilih Audio Device Driver yang ingin anda gunakan. Karena saya memakai Focusrite Scarlett 2i4, maka saya akan memilih Focusrite USB 2.0 Audio Driver
Setelah memilih Audio Setup, ada beberapa hal yang perlu kita ketahui, yuk lihat gambar dibawah ini
Device Block Size / Internal Block Size
Atau juga disebut dengan Buffer Size, adapun yang harus anda ketahui :
- Semakin besar samples, maka semakin besar juga latency yang anda dapat saat anda rekaman, keuntungannya kerja komputer menjadi ringan. Dapat digunakan saat Mixing.
- Semakin kecil sample, maka semakin kecil juga latency nya, digunakan saat anda rekaman
Jika anda tidak dapat mengganti Device Block Size seperti gambar dibawah ini
Maka klik tombol Control Panel, maka anda akan mendapatkan jendela baru untuk mensetting buffer size anda (hal ini tergantung Audio Interface dan Driver yang anda pakai)
Process Precision
Pada default, anda akan menemukan process precision diset pada Single Pecision (32bit). Anda dapat memilih Double Precision (64-bit) pada drop-down menu untuk kualitas maksimum.
Use CPU Core
Jika anda memakai Processor dengan core lebih dari satu (dual core, core to duo, i3, i5, i7) anda dapat memilih berapa core yang akan digunakan untuk software Presonus Studio One
Setelah semua hal diatas telah di setting, maka anda akan menemukan informasi kalkulasi dari hal yang telah anda setting tadi
Yup.. Audio Device Setup di Presonus Studio One sudah selesai, Next kita akan membahas bagaimana membuat project (atau kalo di Presonus Studio One disebut "Song"), lalu sesudah itu mungkin baru setting input-output.
Labels:
Presonus Studio One,
Software,
Tutorial
#1 Presonus Studio One 2.5 - Pengenalan / Introduction
Setelah sekian lama menggeluti Software DAW Steinberg Cubase, kali ini saya share tentang DAW Presonus Studio One. Presonus Studio One mungkin bisa menjadi DAW alternatif untuk anda. Dari segi fitur dan user interface, Presonus Studio One tidak kalah dengan DAW besar lainnya seperti Steinberg Nuendo / Cubase, Pro Tools, Logic Pro, Cakewalk, dan lain sebagainya.
Presonus Studio One saat ini sudah mencapai versi 2.5, detail tentang list fitur dan apa yang sudah include didalamnya bisa anda lihat di website resminya : http://studioone.presonus.com/
Fitur utama dari PreSonus Studio One Professional 2 sbb :
- Elegant single-window work environment
- powerful drag-and-drop functionality
- Unlimited audio tracks, MIDI tracks, virtual instruments, buses, and FX channels
- Folder Tracks with Grouping and Busing
- Track List with presets and Mix Console link
- Content browser with search, user tabs, and preview player
- Single and multitrack comping
- Transient detection and editing with groove templates
- Drag-and-drop groove extraction
- Multitrack MIDI editing
- Track Transform (advanced freezing capability)
- Automatic delay compensation
- Advanced automation
- Easy-to-use sidechain routing
- Four stunning virtual instruments
- Most intuitive MIDI-mapping system available
- Real-time audio timestretching and resampling
- Compatible with any ASIO-, Windows Audio-, or Core Audio-compliant audio interface
- Works with key commands from Pro Tools, Cubase, and Logic-or create your own key commands
- Integrated Melodyne Essentials pitch correction
- 64-bit/32-bit (switchable) audio processing
- 31 Native Effects plug-ins, including improved Ampire XT amp modeling, OpenAIR convolution reverb, Dual Pan, and Tone Generator
- IR Maker impulse-response creation
- MP3 import and export
- AU, VST2, VST3, and ReWire support
- Integrated mastering suite with automatic mix updating, Red Book CD burning, digital release, project PQ editing, track split, and DDP export
- Export to SoundCloud
- QuickTime video playback and sync

Kenapa Presonus Studio One?
- Sebagai Software baru, Presonus Studio One sudah memiliki fitur yang lengkap, workflow yang ada di Presonus Studio One ini sangatlah efisien.
- Saat ini makin banyak "Engineer" yang tertarik dengan Presonus Studio One, bahkan tidak ragu-ragu meninggalkan DAW lamanya untuk migrasi ke Presonus Studio One (mungkin saya salah satunya)
- Banyaknya tutorial dari mulai berbayar hingga gratis, coba saja ke Youtube, sudah banyak sekali yang membahas tentang Presonus Studio One :)
- Di dalam Presonus Studio One, anda bisa merekam, meng-aransement, mixing dan mastering dalam satu software. So, anda tidak perlu render / mixdown / export, lalu import lagi di software mastering lainnya (Ini enaknya, jadi apabila ingin revisi mixing pada saat mastering gk perlu buka tutup software)
- Ringan! Nah ini yang saya rasakan. Walau tidak seringan Cockos Reaper 4 yang pernah saya gunakan, Presonus Studio One termasuk ringan dibandingkan dengan DAW lain yang sejenis
- Drag and drop! ini yang enak, di Presonus Studio One ada fitur Browser yang dapat memudahkan kita untuk meng-Drag and drop mulai dari Plugins Instrument, Plugins Effect, Sounds, Files dan Pool.
- Tidak seperti Steinberg Cubase, di Presonus Studio One anda hanya bekerja dalam satu window. Tapi bukan berarti bagian-bagiannya tidak bisa dilepas. Apabila anda bekerja dalam dual monitor, anda bisa melepas bagian seperti mixer ke layar kedua. So tidak ada ceritanya banyak window yang bertumpuk-tumpuk lagi.
- Track Audio, Midi, Buss Channel, Fx Channel tidak terbatas, hanya dibatasi dengan limit resource dari sistem komputer anda.
- Bisa langsung di publish / upload ke Soundcloud
Nanti (rencananya) saya akan mencoba membahas secara mendalam tentang Presonus Studio One ini. Namun tentu saja secara bertahap dalam beberapa seri artikel (mudah-mudahan terlaksana dengan cepat).
So, Ada yang punya rencana migrasi ke Presonus Studio One? :D
Atau sudah ada yang pakai? Monggo di share pengalamannya :)
Atau sudah ada yang pakai? Monggo di share pengalamannya :)
Labels:
Presonus Studio One,
Software,
Tutorial
Subscribe to:
Posts (Atom)






































Sewa Lensa dan Kamera